Logo Header Antaranews Sumbar

Pipa bocor, pendistribusian air PDAM Agam terganggu

Kamis, 5 Desember 2019 14:49 WIB
Image Print
Direktur PDAM Tirta Antokan Kabupaten Agam, Endrimelson sedang memantau perbaikan jaringan yang rusak di Simpang Ampek Tapi, Kecamatan Lubukbasung, Kamis (5/12). (ANTARA/ Yusrizal)

Lubukbasung,  (ANTARA) - Pendistribusian air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Antokan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ke sejumlah pelanggan terganggu akibat jaringan utama mengalami kebocoran di Simpang Ampek Tapi, Kecamatan Lubukbasung, Rabu (4/12) malam.

Direktur PDAM Tirta Antokan Agam, Endrimelson di Lubukbasung, Kamis, mengatakan jaringan itu bocor akibat ada tekanan air cukup kuat pada Rabu (4/12) malam.

"Kebocoran itu terjadi pada sambungan, sehingga air menggenangi lokasi itu dan tidak mengalir ke rumah pelanggan," katanya.

Dengan kondisi itu, tambahnya, pendistribusian air bersih ke ratusan pelanggan di Perumahan Talago Permai, Mato Aia dan daerah lain terganggu semenjak Rabu (4/12) sekitar pukul 23.00 WIB.

Untuk mengatasi itu, PDAM Tirta Antokan Agam mengerahkan tim teknis dengan jumlah empat orang untuk memperbaiki dan diupayakan selesai Kamis (4/12) sore.

"Kita berusaha hari ini perbaikan itu selesai, agar pendistribusian air bisa kembali normal ke pelanggan. Saya meminta maaf dengan gangguan itu," katanya.

Ia mengakui, jaringan itu juga pernah bocor pada Senin (2/12), akibat jaringan PDAM Tirta Antokan sudah berusia cukup lama.

Namun pihaknya berusaha untuk memperbaiki dan menambah jaringan baru dalam mengantisipasi kebocoran.

Pada tahun ini menambah jaringan pendistribusian air bersih sepanjang 7.833 meter di Kecamatan Lubukbasung

Pemasangan jaringan itu sebesar Rp4,5 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2019.

Salah seorang pelanggan PDAM Tirta Antokan Agam, Afrida berharap perusahaan itu mengantisipasi gangguan pendistribusian air beraih.

Ini mengingat air PDAM merupakan sumber utama di daerah itu, karena sumber air cukup jauh dan daerah tersebut tidak bisa membangun sumur bor.

"Sumber air di sekitar rumah tidak ada, karena berada di daerah ketinggian," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026