Rekonstruksi pengeroyokan pemuda disabilitas, 38 adegan diperagakan

id pengeroyokan disabilitas ,pegawai ramayana tersangka pengeroyokan,ramayana bukittinggi,polres bukittinggi,berita kriminal bukittinggi

Rekonstruksi pengeroyokan pemuda disabilitas, 38 adegan diperagakan

Salah satu adegan rekonstruksi pengeroyokan pemuda berkebutuhan khusus oleh pegawai pusat perbelanjaan di Bukittinggi karena mengutil, korban terjatuh ketika berusaha lari dari tersangka. (Humas Polres Bukittinggi)

​​​​​​​Bukittinggi (ANTARA) - Sebanyak 38 adegan diperagakan dalam rekonstruksi pengeroyokan seorang pemuda disabilitas oleh lima pegawai di pusat perbelanjaan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat yang selanjutnya berujung tewasnya korban ditemukan di saluran air.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution di Bukittinggi, Selasa, menerangkan dari 38 adegan, terdapat 10 adegan yang menunjukkan tindakan kekerasan yang dilakukan pegawai pusat perbelanjaan terhadap korban.

"10 adegan yaitu dari 19 sampai 28 yang mungkin cukup fatal yakni sejumlah tindak kekerasan oleh lima pelaku terhadap korban," katanya.

Tindak kekerasan yang dimaksud yaitu korban diseret, kepala korban dibenturkan ke dinding dan dipukuli dengan tangan.

Sementara beberapa adegan lain yang diperagakan yaitu korban didatangi pelaku karena dicurigai mengutil, korban dipukuli lalu meronta hingga korban lari meninggalkan pusat perbelanjaan.

Ia menerangkan adegan dalam rekonstruksi sesuai dengan keterangan yang telah disampaikan pelaku saat pemeriksaan dan bukti rekaman CCTV.

Dari hasil rekonstruksi itu pula diperkirakan korban lari menuju Jalan H Agus Salim dan masuk ke dalam saluran air untuk menyelamatkan diri.

"Perkiraan penyebab korban sampai ditemukan dalam kondisi tewas di saluran air seperti itu. Karena merasa aman bersembunyi di sana usai dipukuli," katanya.

Rekonstruksi diperagakan oleh lima tersangka asli dan korban diperagakan peran pengganti dilaksanakan di lokasi kejadian di pusat perbelanjaan tersebut dan sempat menarik perhatian pengunjung.

Rekonstruksi di lokasi kejadian menurut Kasat Reskrim bisa dijadikan sebagai sarana sosialisasi bagi masyarakat agar tidak melakukan tindak main hakim sendiri.

"Proses hukum itu ada untuk tindakan yang merugikan orang lain. Kami harap masyarakat ingat selalu agar jangan main hakim sendiri. Kasus ini bisa dijadikan sebagai contoh," katanya.

Sebelumnya pada Senin(9/9) sesosok mayat laki-laki ditemukan di dalam saluran air pukul 10.30 WIB. Korban bernama Gean(24) merupakan warga Kecamatan Lubukbegalung, Padang.

Pada Jumat(13/9) kepolisian setempat menetapkan lima tersangka R (23), A (29), F (21), RN (19), K (19) atas kasus tersebut berdasarkan bukti rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi.

Diketahui korban mengutil produk pembersih wajah di pusat perbelanjaan tersebut sehingga digebuki oleh lima tersangka. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar