Sempat terhenti, aktivitas belajar siswa di SDN 22 Batang Lingkin kembali berlangsung

id berita pasaman barat, Sekolah Dasar Negeri 22 Batang Lingkin

Sempat terhenti, aktivitas belajar siswa di SDN 22 Batang Lingkin kembali berlangsung

Siswa di SDN 22 Batang Lingkin Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasama Barat kembali belajar, Senin (2/12). Sebelumnya proses belajar mengajar terhenti karena permasalahan lahan sekolah itu yang diduga belum tuntas. (ANTARA/Altas Maulana)

Simpang Empat (ANTARA) - Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 22 Batang Lingkin Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) kembali berlangsung setelah sebelumnya terhenti karena halaman sekolah diportal dan ditanami kelapa sawit oleh oknum warga.

"Setelah menggelar pertemuan dengan pihak terkait maka semua sepakat aktivitas belajar mengajar harus berlanjut. Hari ini siswa sudah mulai belajar," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Ikhwandri di Simpang Empat, Senin.

Setelah menggelar pertemuan pihak penggugat dan perwakilan Pemkab Pasaman Barat sepakat untuk mencabut kembali seluruh bibit kelapa sawit dan kelapa yang ditanami penggugat di sekitar halaman sekolah.

Sebelumnya penggugat dari keluarga Hatta menanami sejumlah pohon di pekarangan sekolah sebagai wujud kekecewaan mereka kepada Pemkab Pasaman Barat.

Sebab, kepemilikan lahan sekolah dan janji pemerintah daerah saat menghibahkan tanah akan memperkerjakan keluarga mereka di sekolah itu serta diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Seluruh tanaman tersebut dicabut oleh penggugat dibantu oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pasaman Barat bersama anggota TNI/ Polri serta tokoh masyarakat dan nagari yang ikut dalam penyelesaian sengketa tanah tersebut.

Kepala Satpol PP Pasaman Barat, Edi Busti mengatakan tim turun ke lapangan untuk mencarikan solusi agar proses belajar dan mengajar siswa berjalan seperti biasanya. Sebab akibat penanaman pohon itu siswa tidak bisa belajar maksimal termasuk menganggu kenyamanan majelis guru.

Setelah bermuswarah, penggugat bersama Pemkab Pasaman Baratmelaui Satpol PP dan Dinas Pendidikan sepakat mencabut tanaman di halaman sekolah.

Selain itu keluarga Hatta sepakat mengembalikan tanah yang bersengketa itu ke status quo atau tidak bisa digunakan dulu sebelum ada kekuatan hukum tetap atau penyelesaikan antara pihak bersengketa.

Setelah dicabut penggugat berjanji tidak akan melakukan penanaman pohon di halaman sekolah dan menganggu proses belajar siswa.

Namun mereka tetap menuntut hak mereka salah satunya kepemilikan lahan yang disengketakan dan janji pemerintah saat mengihibahkan tanah sebelumnya.

Pemkab Pemerintah berharap pihak penggugat bisa menempuh jalur hukum dan tidak mengambil tindakan yang dapat menganggu proses belajar mengajar siswa.

Kepala SDN 22 Pasaman, Siti aminah membenarkan belajar mengajar sudah dimulai sejak Senin (2/12) lagi.

Ia berharap masalah ini bisa segera di selesaikan agar seluruh prsos belajar mengajar dan aktivitas siswa di luar ruangan bisa berjalan seperti biasanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar