Pemkot Payakumbuh salurkan bibit aren untuk 10 kelompok tani Panjang Dalam

id berita sumbar,berita payakumbuh,sumbar terkini,kelompok tani,pertanian payakumbuh

Pemkot Payakumbuh salurkan bibit aren untuk 10 kelompok tani Panjang Dalam

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi saat penanaman pertama bibit tanaman aren. Pemkot Payakumbuh menyalurkan bantuan bibit tanaman aren untuk sepuluh kelompok tani kota tersebut di Kelurahan Panjang Dalam, Kecamatan Limposi Tigo Nagari, Senin (2/12) (ANTARA/ Akmal Saputra)

Payakumbuh (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menyalurkan bantuan bibit tanaman aren kepada sepuluh kelompok tani kota tersebut di Kelurahan Panjang Dalam, Kecamatan Limposi Tigo Nagari, Senin.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi di Payakumbuh, Senin, mengatakan penyaluran bantuan bibit tanaman aren dilakukan karena merupakan salah satu tanaman yang bisa ditanam di dekat rumah, tepi sawah dan tempat lainnya.

"Banyak keuntungan dari menanam aren. Salah satunya tanaman aren tidak membutuhkan area yang luas," kata dia.

Ia mengatakan pembagiaan bibit tanaman aren ini bertujuan untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

"Jika tiap orang memiliki 18 pohon aren dan dapat mengolahnya menjadi gula merah. Bayangkan berapa yang akan didapat, belum lagi pemanfaatan dari bagian lainnya," sebut Riza.

Kepala Dinas Pertanian Payakumbuh Depi Sastra menambahkan tanaman aren ini merupakan tanaman multifungsi yang memiliki banyak manfaat.

Tanaman aren juga dapat diwariskan kepada anak cucu sehingga manfaatnya tidak hanya sekarang melainkan juga untuk generasi selanjutnya.

Ia menerangkan belum semua kelompok tani di kecamatan Limposi Tiga Nagari mendapatkan bantuan tersebut. Dari 41 kelompok tani yang ada, pihaknya baru menyalurkan bantuan kepada 10 kelompok tani.

"Yang mendapatkan itu kelompok tani yang memperoleh bantuan yakni Mekar Tani, Oriza, Tunas Baru, Bakuang Jaya, Padang Baringin Talao, Tanjuang Dama, Sungai Durian Mudiak Satu, Serumpun dan lainnya," sebutnya.

Pemilihan tanaman aren, kata Depi, tidak terlepas dari faktor geografis di daerah itu yang cocok untuk pengembangan aren.

"Memang pembagian bibit aren hanya untuk daerah ini, karena di sini cocok. Pengembangan pertanian kita sesuaikan dengan melihat potensi yang ada," katanya.(*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar