Jorong Manggih Solok Selatan masih terisolasi pascabanjir bandang

id banjir solok selatan,berita solok selatan,solok selatan terkini,berita sumbar,sumbar terkini

Jorong Manggih Solok Selatan masih terisolasi pascabanjir bandang

Guru SDN 19 Sapan Salak Solok Selatan harus melewati jalan berlumpur serta bekas banjir bandang untuk menjenguk pelajar yang terdampak banjir, dan sampai sekarang belum bisa sekolah. (ANTARA/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro, (ANTARA) - Jorong Manggih Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat masih terisolasi setelah satu minggu pascabanjir bandang melanda daerah itu.

Bupati Solok Selatan Muzni Zakariadi Padang Aro, Senin, mengatakan tim di lapangan masih berupaya membersihkan material yang terbawa banjir bandang menggunakan alat berat untuk membuka akses ke Jorong Manggih.

"Material bekas banjir bandang berupa kayu, pasir, tanah dan batuan ukuran besar serta kurangnya alat berat membuat pembersihan sedikit lambat," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya akan menambah alat berat untuk pembersihan material banjir bandang supaya akses ke Manggih bisa secepatnya terbuka.

"Dengan cuaca sudah semakin bagus dan penambahan peralatan semoga akses ke Manggih bisa cepat terbuka," ujarnya.

Pemerintah saat ini fokus untuk membuka akses ke Jorong Manggih agar akses masyarakat bisa lancar dan bantuan dengan mudah dikirim ke lokasi.

Jumlah pengungsi akibat banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan sebanyak 580 orang.

Rincian yaitu di Sapan Salak 135 orang, Aia Batuang 105 orang, Sapan Batu 60 orang, Pasir Panjang 90 orang dan Balai Adat dari semula 30 orang dan Ladang Kongsi 150 orang.

Banjir bandang dan longsor di wilayah itu terjadi pada Rabu(20/11) pukul 21.00 WIB, Jumat(22/11) pukul 20.00 WIB dan Minggu(24/11) pukul 22.00 Wib akibat curah hujan cukup tinggi dengan durasi lama sedangkan kapasitas sungai kecil dan tanah labil.

Pemerintah Kabupaten Solok selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 22 November hingga 5 Desember 2019. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar