Banjir di Solok, 116 hektare tanaman padi puso

id banjir solok,solok dilanda banjir,kerugian banjir solok,padi puso

Banjir di Solok, 116 hektare tanaman padi puso

Longsor di Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

​​​​​​​Arosuka,  (ANTARA) - Sekitar 116 hektare tanaman padi di Kecamatan X Koto Singkarak, mengalami puso atau gagal panen akibat banjir dan longsor yang melanda beberapa titik di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

"Akibat banjir ini ada 22 kelompok tani yang mengalami kerugian akibat 116 hektare lahan sawah yang puso dan gagal panen," kata Kepala BPBD Kabupaten Solok, Armen di Koto Baru, Senin.

Ia menyebutkan dari 116 hektare sawah tersebut, seluas 63 hektare ada di Nagari Sumani, 39 hektare ada di Nagari Singkarak dan 14 hektare ada di Koto Sani.

Selain areal sawah, masyarakat juga mengalami kerugian akibat dua rumah yang roboh dan hancur karena longsor. Satu rumah di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas dan satu lagi di Kayu Jao, Kecamatan Gunung Talang.

Puluhan rumah di Nagari Koto Sani juga masih terendam banjir.

Untuk sementara kondisi di Kecamatan X Koto Singkarak, air banjir sudah surut dari siang tadi. Hanya sebagian sawah masyarakat di Jorong Lembang, Nagari Singkarak yang masih tergenang karena permukaannya datar.

Kemudian longsor yang terjadi di ruas jalan Singkarak-Aripan, baru empat titik yang bisa dilalui kendaraan roda dua dengan gotong royong masyarakat.

Selain itu, ruas jalan ujung ladang, Nagari Koto Sani ada beberapa titik longsor, sebagian sudah dibersihkan dengan gotong royong masyarakat, tetapi belum maksimal dengan keterbatasan peralatan.

Sebelumnya, terjadi longsor di beberapa titik di Kabupaten Solok, pada Senin pagi yaitu di jalan Talang, Sarik Alahan Tigo ada tiga titik, yaitu di tikungan bukit sebelum akses bendung, di tikungan ke kiri bukit batu dari Talang dan bekas longsor di rumah Andaleh.

Armen menjelaskan kemudian titik lainnya di Kecamatan X Koto Singkarak ada empat titik salah satunya di Nagari Aripan, Jorong Kayu Jao, Kecamatan Gunung Talang.

Kemudian di Kecamatan Hiliran Gumanti ada tiga titik longsor lainnya.

Pihak BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk penanganan lebih lanjut dan pembersihan badan jalan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar