Dampak antrean panjang kendaraan isi solar, penjualan pertalite di SPBU Agam turun

id BBM Solar Sulit,SPBU Agam,Solar Sulit,Pertamina,antrean kendaraan isi BBM

Dampak antrean panjang kendaraan isi solar, penjualan pertalite di SPBU Agam turun

Puluhan truk antrean untuk mendapatkan solar di SPBU Gunung Sago Lubukbasung, Kabupaten Agam, Jumat (15/11). (ANTARA/ Yusrizal)

​​​​​​​Lubukbasung, (ANTARA) - Penjualan bahan bakar jenis pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berkurang dampak dari antrean yang cukup panjang pasca sulitnya memperoleh solar sejak sebulan terakhir.

Manajer SPBU Gunung Sago, Fadli Ilham di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan penjualan berkurang dari 17.000 sampai 18.000 liter per hari s menjadi 14.000 sampai 16.000 liter per hari.

"Penjualan pertalite itu berkurang sekitar 2.000 liter per hari," katanya

Menurut dia, penjualan pertalite berkurang semenjak adanya antrean kendaraan yang cukup panjang karena menunggu solar.

Kendaraan, berupa truk, antr di SPBU itu sampai solar masuk atau selama 24 jam.

Panjangnya antrean membuat kendaraan yang menggunakan bahan bakar pertalite kesulitan untuk masuk ke SPBU.


"Kami tidak bisa melarang sopir untuk antrean di SPBU itu, karena bahan bakar truk tersebut sudah habis. Ini berdasarkan pengakuan dari para sopir," katanya.

Salah sorang sopir truk, Syafriadi menambahkan dirinya harus antrean di SPBU bermalam untuk mendapatkan solar, karena BBM sudah menipis di tangki truk.

Sementara jika membeli di pengecer solar harga cukup mahal dari Rp8.000 sampai Rp10.000 per liter.

"Lebih baik saya antrean dari pada membeli minyak enceran karena harga cukup tinggi," katanya.

Dengan sulitnya memperoleh solar, pihaknya tidak bisa memenuhi pesanan material berupa pasir, batu dan lainnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar