Tiga komplotan pencuri modus pecahkan kaca mobil di Solok dibekuk di Lubuk Linggau Sumsel

id pencurian modus pecahkan kaca mobil ,polres solok kota,berita solok,berita sumbar,sumbar terkini

Tiga komplotan pencuri modus pecahkan kaca mobil di Solok dibekuk di Lubuk Linggau Sumsel

Barang bukti yang diamankan tim Polres Solok Kota, Jumat. (Antara sumbar/Tri Asmaini)

Solok, (ANTARA) - Polres Solok Kota, SumateraBarat menangkap tiga pelaku pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil sebelum mengambil barang korbannya di depan Ruko, Jalan Datuak Perpatih Nan Sabatang, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarahpada Kamis (7/11) sekitar pukul 14.10 WIB.

"Kami menangkap tiga orang komplotan pencurian yaitu Heru Handoyo (34), Fitra Patriot (31), dan Yufran (27) pada Rabu (13/11) di Lubuk Linggau, SumateraSelatan," kata Kapolres Solok Kota, AKBP Suwandi melalui Kasat Reskrim, Defrianto di Solok, Jumat.

Defrianto didampingi Kapolsek Solok Kota, Zamri Elfinomengatakan kejadian berawal saat korban Arfen Muchtar(54) akan mengambil uang sebesar Rp200 juta di kantor Bank BRI cabang Solok yang akan disetorkan kembali ke rekening bosnya.

Kemudian korban pulang ke ruko untuk mengambil slip setoran tunai Bank BNI dengan mengendarai mobil Mitsubhisi L300 pick up warna hitam.

Sesampai di depan ruko, korban memarkirkan mobil tersebut sementara uang tunai tersebut berada di dalam mobil dengan keadaan pintu mobil terkunci.

Lima menit kemudian korban kembali lagi ke mobil tersebut, Arfen melihat pintu kaca mobil sebelah kiri telah pecah dan uang tunai Rp200 juta yang terbungkus dalam plastik hilang.

Kemudian korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kota Solok untuk diproses lebih lanjut.

Setelah adanya laporan tersebut dilakukan penyelidikan terhadap pelaku dan diketahui keberadaan para pelaku di Kota Lubuk Linggau, Sumsel. Mereka langsung ditangkap untuk dibawa ke Mapolres Solok Kota.

Tersangka diamankan bersama barang bukti uang tunai Rp2.350.000, satu unit sepeda motor merk Suzuki Satria FU warna hitam, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, dua helm warna hitam, satu unit handphone Samsung warna putih.

Kemudian satu unit handphone Samsung warna hitam, satu buah sendal warna hitam hijau, dan sehelai sweeter warna hitam LGS.

"Kami duga tersangka telah membuntuti korban saat melakukan penarikan uang di Bank BRI cabang Solok, dan memanfaatkan situasi saat Korban lengah ketika meninggalkan mobil," ujarnya.

Ia menyebutkan tersangka melanggar Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar