Kejaksaan kembalikan berkas kasus korupsi RSUD Padang, polisi kini masih lengkapi berkas

id Kasus RSUD Padang,Dugaan Korupsi RSUD Padang,Polres Padang,berita padang

Kejaksaan kembalikan berkas kasus korupsi RSUD Padang, polisi kini masih lengkapi berkas

Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Padang melakukan penggeledahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin Padang, Sumatera Barat, Jumat (6/9/2019). Pengeledahan dilakukan terkait adanya dugaan kasus korupsi alat kesehatan (alkes) anggaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2013. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/pd.

Padang,  (ANTARA) - Penyidik Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), sampai sekarang belum mengembalikan kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin, usai dikembalikan jaksa beberapa waktu lalu.

"Berkas kasusnya masih dilengkapi, sesuai dengan petunjuk yang diberikan jaksa ketika berkas dikembalikan pada kami," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang AKP Edryan Wiguna, di Padang, Jumat.

Hal yang dilengkapi dalam berkas tersebut meliputi ketentuan formil serta materil.

Ia menargetkan pekan depan berkas kasus tersebut sudah diserahkan kembali ke Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Padang.

Sementara Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang Yuni Hariaman, mengatakan pihaknya menunggu pengembalian berkas dari penyidik.

"Nanti kalau sudah dikembalikan akan dinilai lagi oleh jaksa apakah sudah sesuai dengan petunjuk sebelumnya, atau belum," katanya.

Jika berkas dinyatakan lengkap (P21) maka proses dilanjutkan dengan penyerahan tersangka serta barang bukti, dan sebaliknya akan dikembalikan jika belum lengkap.

Sebelumnya, berkas itu terkait kasus RSUD sebanyak tiga berkas dengan empat tersangka. Dua tersangka berada dalam satu berkas.

Masing-masing berkas ditangani oleh lima orang jaksa di Kejari Padang.

Empat tersangka itu adalah AS yang diketahui merupakan mantan Direktur rumah sakit, kemudian FO, IH, dan SP pihak swasta yang berperan sebagai rekanan pengadaan alat kesehatan.

Status para tersangka sudah ditetapkan polisi sejak 26 Agustus 2019, dijerat pasal 2, dan pasal 3 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebenarnya ada lima tersangka yang ditetapkan polisi, namun satu di antaranya yaitu Il masih menjadi buruan polisi.

Kasus itu adalah dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) pada 2013, anggaran berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp10 miliar.

Namun belakangan kepolisian mengendus ada "masalah" dalam proyek tersebut, hingga dilakukan pengusutan dan ditetapkan lima orang sebagai tersangka.

Berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI diketahui kasus tersebut telah merugikan keuangan negara mencapai Rp5 miliar.

Pihak kepolisian juga pernah menggeledah sejumlah ruangan di RSUD dr Rasidin di Sungai Sapiah, pada Jumat (6/9).
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar