Saham-saham Wall Street ditutup bervariasi di tengah data dan pidato pejabat Fed

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P,indek Nasdaq

Saham-saham Wall Street ditutup bervariasi di tengah data dan pidato pejabat Fed

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/File Photo/pri.

New York, (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan Dow sedikit berubah, karena para pelaku pasar mencerna penurunan produktivitas tenaga kerja AS di kuartal ketiga (Q3) dan pidato Presiden Federal Reserve Chicago, Charles Evans.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07 poin atau 0,0003 persen, menjadi ditutup di 27.492,56 poin. Indeks S&P 500 sedikit meningkat 2,16 poin atau 0,07 persen, menjadi berakhir pada 3.076,78 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 24,05 poin atau 0,29 persen, menjadi 8.410,63 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik 0,56 persen, memimpin keuntungan sektoral.

Saham CVS Health melonjak 5,36 persen, setelah raksasa kesehatan itu melaporkan laba lebih tinggi dari perkiraan untuk kuartal ketiga, didorong oleh bisnis asuransi kesehatannya yang kuat.

Saham Wendy turun 0,34 persen, setelah perusahaan membukukan laba kuartal ketiga yang mengalahkan estimasi pasar. Rantai restoran cepat saji itu juga meningkatkan prospek pertumbuhan setahun penuh.

Presiden Fed Chicago, Evans mengatakan dalam suatu acara pada Rabu (6/11/2019) bahwa pengurangan suku bunga bank sentral AS belum memadai untuk "mengubah dinamika secara substansial jika ada guncangan negatif yang besar."

"Dalam hal penyesuaian pertengahan siklus, saya akan mengatakan itu sangat banyak pendekatan manajemen risiko untuk memastikan ekonomi AS diposisikan sebaik mungkin," katanya di Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah lembaga pemikir nirlaba di New York City.

Di sisi ekonomi, produktivitas tenaga kerja sektor bisnis non-pertanian turun 0,3 persen di kuartal ketiga, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan pada Rabu (6/11/2019).

Itu karena produksi meningkat 2,1 persen dan jam kerja naik 2,4 persen untuk kuartal ini, menunjukkan bahwa pekerja Amerika kurang produktif.

Produktivitas tenaga kerja, atau produksi per jam, dihitung dengan membagi indeks produksi riil dengan indeks jam kerja oleh semua orang, termasuk karyawan, pemilik, dan pekerja keluarga yang tidak dibayar. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar