Dinas Sosial dampingi korban dugaan KDRT oknum wali nagari

id Korban KDRT Wali Nagari,Wali Nagari dilaporkan ke polisi,Wali Nagari Barung-Barung Belantai Tengah,pesisir selatan

Dinas Sosial dampingi korban dugaan KDRT oknum wali nagari

Rosna Nova Sari di kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pesisir Selatan. (ANTARA / Didi Someldi Putra)

​​​​​​​Painan  (ANTARA) - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendampingi korban dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh oknum wali nagari di daerah setempat.

"Pendampingan merupakan bagian dari tugas kami, apalagi KDRT ini objeknya perempuan," kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat, Zulfian Afrianto melalui Kasie Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Marfen Rosadi di Painan, Selasa.

Ia mengatakan korban bernama Rosna Nova Sari (30) merupakan istri dari Wali Nagari Barung-Barung Belantai Tengah, Kecamatan Koto XI Tarusan bernama Aidil Usman.

"Yang bersangkutan telah melaporkan kasus ini ke Polres Pesisir Selatan pada 26 September 2019," imbuhnya.

Dalam pendampingan, lanjutnya, pihaknya melibatkan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) dan juga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mandeh Rubiah.

"Dalam pendampingan kami memberikan masukan-masukan yang konstruktif kepada korban, namun pada prinsipnya kami tetap mengutamakan keingan dari korban," sebutnya.

Pendampingan jelasnya diberikan sebagai bentuk dukungan moril kepada korban, dan pendampingan diberikan hingga ke lingkungan yang bersangkutan.

Sementara itu, Rosna Nova Sari (30) di kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pesisir Selatan berharap dengan pendampingan yang diberikan berdampak baik terhadap kasus yang dialaminya.

Terpisah, Wali Nagari Barung-Barung Belantai Tengah, Aidil Usman menyebutkan cekcok dalam kehidupan dalam berumah tangga merupakan hal biasa dan terkait KDRT tersebut dirinya mengaku khilaf.

Saat ini dirinya mengaku masih menunggu keputusan dari sang istri, jika yang bersangkutan ingin diselesaikan secara baik-baik ia akan menurutinya, kendati demikian atas nama pribadi pihaknya akan kooperatif menghadapi proses hukum yang berjalan.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar