Penduduk Solok Selatan terdaftar JKN KIS sudah mencapai 81,19 Persen

id Novirman,solok selatan,JKN-KIS,berita solok selatan,berita sumbar

Penduduk Solok Selatan terdaftar JKN KIS sudah mencapai 81,19 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman. (Antara Sumbar/Erik IA)

Padang Aro, (ANTARA) - Jumlah penduduk Solok Selatan, Sumatera Barat yang terdaftar aktif menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) sudah mencapai 81,19 persen.

"Jumlah penduduk saat ini 180.905 jiwa dan 146.883 jiwa sudah menjadi peserta JKN KIS atau 81,19 persen baik melalui PBI atau non PBI," kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirmandi Padang Aro, Selasa.

Dia menjelaskan, untuk peserta JKN KIS melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) bersumber dari dana APBN sebanyak 53.666 jiwa dan APBD 44.490 jiwa.

Sedangkan untuk non PBI yang sudah terdaftar JKN KIS katanya terdiri dari Pekerja Penerima Upah (PPU) 31.673 jiwa dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) 14.467 jiwa serta Bukan Pekerja (BP) 1.587 jiwa.

Seorang warga Solok Selatan Iwin (43) mengatakan, bahwa orang tuanya merupakansalah seorang penerimamanfaat dari JKN KIS bantuan pemerintah.

"Manfaat BPJS Kesehatan dirasakan saat kita terdesak dan saya sudah pernah mengalaminya," ujarnya.

Dia menyebutkan, orang tuanya sudah cukup lama menerima bantuan JKN KIS ini tetapi belum pernah dimanfaatkan.

Minggu lalu katanya, orang tuanya sakit dan saat diperiksa ke RSUD Solok Selatan ternyata menderita penyakit tipus sehingga perlu dirawat dan biayanya cukup besar.

"Karena ada JKN KIS ini kami bisa lega sebab tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan ayah saya," katanya.

Dia menambahkan, bagi keluarganya yang sehari-hari bertani cukup berat untuk membayar biaya rawat inap di rumah sakit.

"Syukur ada BPJS kesehatan dari pemerintah ini sehingga biaya pengobatan sudah teratasi," ujarnya.

Dia berharap, bantuan BPJS kesehatan ini lebih banyak lagi diberikan kepada masyarakat sebab akan sangat membantu saat perlu pengobatan seperti yang sudah dialaminya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar