Emma Yohanna: PIOM Festival Bantu Majukan Pariwisata Daerah

id berita padang, berita sumbar,piom fest 2019,samudra hindia angker,dari indonesia samudra hindia,ombak samudra hindia,titik titik dari indonesia samudr

Emma Yohanna: PIOM Festival Bantu Majukan Pariwisata Daerah

Penampilan musisi mancanegara pada PIOM Festival di Padang, Minggu (28/10). (Antara/Fathul Abdi)

Padang, (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat (Sumbar) Emma Yohanna menilai positif even Padang Indian Ocean Music Festival (PIOM Fest) 2019 karena bisa membantu kemajuan pariwisata daerah.

"Kegiatan ini positif dan bisa mengenalkan Sumbar, khususnya Kota Padang secara lebih luas, ini tentu saja berguna untuk memajukan pariwisata daerah," katanya, di Padang, Minggu malam,

Hal itu dikatakannya saat menyaksikan langsung acara PIOM Festival 2019 di Kelenteng See Hien Kiong, kawasan Kota Tua daerah setempat.

Karena, katanya, secara tidak langsung acara itu akan menjadi ikonik tersendiri, dan para musisi bisa mengenalkan Kota Padang ataupun Sumbar ke mancanegara.

"Jika melihat dari satu sisi mungkin terkesan biasa, tapi secara lebih luas kegiatan ini akan membantu mengenalkan daerah, budaya, serta keindahan alam yang ada," katanya.

Ia juga mendukung upaya pemerintah daerah yang terus menggarap serta mengembangkan potensi pariwisata yang ada.

Untuk PIOM Festival, ia berharap publikasi dilakukan lebih luas agar menggaet lebih banyak pengunjung.

"Ini adalah pertunjukkan yang bagus dan positif, pihak terkait bisa menggandeng kelompok mahasiswa, komunitas seni, serta pelajar untuk ikut menyaksikan," katanya.

Ia mengatakan dirinya sebagai anggota DPD RI dari Ranah Minang akan terus mendukung setiap kegiatan positif untuk memajukan daerah.

Pada bagian lain, ada empat musisi mancanegara yang tampil dalam PIOM Festival 2019, pada Minggu malam (27/10).

Pertama adalah Mohamed Faizal asal Singapura yang mengeksplorasi musikal menggunakan kecapi Guzheng.

Kemudian kelompok Capangas yang berasal dari Jerman, beranggotakan Christoph Quade Couto, dan Aurelio Jose Dos Santos.

Duo laki-laki tersebut tampil dengan alat musik perkusi dan akordion, serta memainkan musik samba yang merupakan genre musik berakar dari Afrika.

Penampil lainnya adalah Rodrigo Parcjo Trio. Rodrego adalah pemain musik Jazz berasal dari Spanyol yang mengajak dua musisi Indonesia untuk berkolaborasi yaitu Sri Hanuraga, dan Elfa Zulfam.

Penampilan terakhir adalah Daikanyama Kingdom gabungan dari tiga musisi dari Tokyo, Jepang, yaitu Sabue Daisuke, Takuya Fujii, dan Tomotaka.

PIOM Festival digelar tiga hari, kegiatan pertama dilangsungkan di Gor H Agus Salim pada Jumat (25/10), dan Sabtu (26/10).

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar