Cegah HIV, ibu hamil di Tanah Datar dianjurkan tes HIV

id Virus HIV,Ciri-Ciri ODHA,Wanita Hamil dengan HIV/AIDS,penyebab HIV/AIDS,penyebaran HIV/AIDS,HIV/AIDS di Tanah Datar,HIV/AIDS Sumbar,Sumbar terkini

Cegah HIV, ibu hamil di Tanah Datar dianjurkan tes HIV

Penyuluhan tentang bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

​​​​​​​Batusangkar, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menganjurkan bagi ibu hamil di daerah itu untuk melakukan pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) sebagai langkah antisipasi penularan virus tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar, Roza Mardiah di Batusangkar Sabtu, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan minimal sekali selama kehamilan.

"Untuk ibu hamil yang akan diperiksa tersebut adalah masalah HIV hepatitis dan sipilis atau infeksi menular seksual," katanya.

Untuk program pencegahan dan pengendalian HIV bagi ibu hamil tersebut telah dilakukan sejak 2018, yang diharapkan tidak terjadinya penularan kasus yang sama terhadap anak jika sang ibu positif HIV.

"Kita belum bisa menjaring orang berisiko penyakit menular tersebut, kita harapkan mereka dengan sendirinya memeriksakan diri, baik ibu hamil maupun masyarakat lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan berdasarkan data yang didapat Dinas Kesehatan setempat kasus tersebut banyak terjadi pada laki-laki di kalangan usia muda, dan tidak menutup kemungkinan juga terdapat pada perempuan.

Yakni usia muda produktif usia 20 tahun ke atas yang sudah bekerja tapi masih lajang. Kebanyakan dari mereka adalah warga setempat yang datang dari luar atau merantau dan kembali ke Tanah Datar.

Kebanyakan dari penderita itu disebabkan dari pemakai narkoba baik melalui jarum suntik maupun non jarum suntik, sex bebas, serta lelaki suka sesama jenis atau homo.

"Namun pengguna narkoba jarum suntik lebih rentan tertular HIV, kendati demikian pengguna non jarum suntik juga bisa tertular HIV karena ujung-ujungnya mempengaruhi perilaku pada seks bebas," katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut, selain menganjurkan pemeriksaan kandungan bagi ibu hamil pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pelajar dan pemeriksaan kedalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Kita berharap tidak ada diskriminasi terhadap penderita, sehingga mereka dengan sendirinya mau memeriksakan dirinya," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar