Kevin/Marcus akui sempat kesulitan hadapi laga perdana French Open

id bulutangkis,kevin sanjaya,marcus fernaldi gideon

Kevin/Marcus akui sempat kesulitan hadapi laga perdana French Open

Dokumentasi - Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon berpelukan seusai mengalahkan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada laga final Denmark Open 2019 di Odense Sports Park, Denmark, Minggu (20/10/2019). ANTARA FOTO/Nafielah - Humas PP PBSI/aww.

Jakarta, (ANTARA) - Meski menang di babak pertama French Open 2019, namun ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengaku sempat kesulitan saat menghadapi Wang Chang/Di Zi Jian (China) dalam laga perdananya di turnamen ini.

Kevin/Marcus sempat kalah di gim pertama, namun beruntung pada dua gim berikutnya mereka berhasil menguasai pertandingan dan menang dengan skor 19-21,21-11, 21-17.

"Hari ini kami cukup banyak melakukan kesalahan. Kami startnya sangat pelan tadi. Mereka terus menekan kami dari awal. Mereka main dengan sangat santai, selain memang bagus juga mainnya," kata Kevin seperti dalam keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta, Rabu.

Pasangan nomor satu dunia ini mengaku harus beradaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock yang digunakan. Sebab menurut mereka, kedua hal tersebut sangat berbeda kondisinya dari pertandingan sebelumnya di Denmark Open 2019.

"Shuttlecock di sini dengan Denmark berbeda sekali, lapangan dan situasinya juga sangat berbeda. Kami belum sempat latihan di lapangan pertandingan, setelah kemarin sampai dari Denmark. Jadi cukup sulit untuk adaptasi hari ini. Selain itu lawan juga bermain bagus," ujar Marcus.

Di babak kedua, Minions akan melawan wakil dari Korea Selatan yaitu Kim Gi Jung/Lee Yong Dae.

"Semua pemain punya peluang yang sama. Kami hanya ingin mencoba melakukan yang terbaik," kata Kevin mengenai peluangnya.

Ganda putra masih memiliki satu wakil yang belum bertanding di babak pertama, yaitu Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang akan bertemu Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia). (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar