PMI Kota Padang peroleh sertifikat CPOB dan ISO dari BPOM

id berita Padang, Padang terkini, berita Sumbar,PMI Padang,BBPOM Padang,ISO

PMI Kota Padang peroleh sertifikat CPOB dan ISO dari BPOM

Penyerahan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) oleh Wali Kota Padang ke PMI Kota Padang (Antara/Laila Syafarud).

Padang, (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang memperoleh sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dan International Organization for Standardization (ISO) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"CPOB merupakan suatu standar untuk menyuplai darah ke rumah sakit, sehingga harus memenuhi syarat yang diajukan BPOM yakni harus mempunyai CPOB," kata Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri di Padang, Senin.

Ia juga mengatakan untuk mengurus sertifikat CPOB tersebut membutuhkan waktu cukup lama yakni tiga tahun untuk persiapan dan pemenuhan syarat-syaratnya.

"Keuntungannya ialah dapat menghasilkan produksi darah yang bermutu dan berkualitas saat diberikan ke pasien," sambung dia.

Ia juga mengatakan setiap darah dari si pendonor tidak langsung sampai ke pasien yang membutuhkan darah karena dalam satu produksi darah harus memenuhi berbagai aspek yakni kualitas mutu dan kualitas validasi darah.

"Maka dari itu BPOM akan terus mengawal mulai dari proses pengambilan darah, pemeriksaan, pemenuhan bangunan yang dilakukan oleh PMI," ujar dia.

Untuk menjaga kualitas darah yang akan didonorkan, maka darah terkumpul di PMI akan disetor melalui Biofarma ke Jakarta, kemudian akan dikirim oleh BPOM ke Korea karena teknologi di Indonesia belum cukup.

"Semoga pada 2025 kita bisa memproduksi sendiri albumin di Indonesia," kata dia.

Selain itu, BPOM akan tetap mengawal PMI untuk menjamin kualitas dan mutu darah agar lebih aman karena banyak penyakit yang perlu dikawal berupa Hepatitis, HIV, dan beberapa penyakit menular lainnya sehingga darah yang diterima oleh pasien betul-betul sudah aman dan tidak mengganggu kesehatan pasien itu sendiri.

Menanggapi hal itu, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI kota Padang Widyarman sebelum melakukan donor darah, darah sang pendonor tersebut dicek terlebih dahulu.

"Jika sekiranya terjangkit HIV, Hepatitis dan beberapa jenis penyakit menular lainnya, maka sang pendonor akan diberitahu dan darahnya tidak jadi diambil untuk didonorkan," ujar dia.

Ia juga berterima kasih pada BPOM yang telah memberikan sertifikat CPOB dengan demikian standar PMI ke depannya lebih terpelihara.

"Perolehan hari ini akan digunakan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal lagi ke masyarakat," sambung dia.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar