Pemasangan pipa PDAM bagi masyarakat berpenghasilan rendah, berikut tarifnya

id PDAM Padang Pariaman,Pemasangan Pipa Berpenghasilan Rendah,berita padang pariaman

Pemasangan pipa PDAM bagi masyarakat berpenghasilan rendah, berikut tarifnya

Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah, dan Pembangunan Daerah Kejaksaan Negeri Pariaman, Sumbar bersama PDAM Padang Pariaman serta pihak terkait meninjau pipa perusahaan air minum setempat yang terpasang di jembatan di Padang Pariaman, Kamis. (Antara/Aadiaat M. S.)

​​​​​​​Pariaman (ANTARA) - Sebanyak 2.800 keluarga di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat tahun ini menikmati air dari bantuan pemasangan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Dengan adanya ribuan keluarga yang mendapatkan bantuan itu maka jumlah pelanggan PDAM Padang Pariaman menjadi sekitar 30 ribu pelanggan," kata Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Padang Pariaman Edil Patriz usai meninjau lokasi jaringan pipa dengan pemangku kepentingan di Batang Anai, Kamis.

Ia mengatakan pemasangan jaringan ke rumah MBR dilaksanakan mulai 12 Juli hingga akhir September yang lokasinya tersebar di Kabupaten Padang Pariaman namun tetap mengutamakan bagi daerah yang volume airnya masih tersedia.

Adapun kecamatan yang warganya mendapatkan hibah pemasangan jaringan air PDAM yaitu di antaranya Batang Anai, Lubuk Alung, VII Koto Sungai Sariak, 2x11 Kayu Tanam, Nan Sabaris, IV Koto Batu Basa, Sungai Geringging, dan Sungai Limau.

Ia menyebutkan dana pemasangan jaringan air untuk ribuan rumah tersebut sekitar Rp8,5 miliar dari Rp9,5 miliar anggaran maksimal yang disediakan oleh pemerintah pusat.

"Jadi awalnya kami data siapa yang berhak mendapatkan hibah ini, lalu datang tim yang memverifikasi dari pemerintah pusat," katanya.

Setiap keluarga yang mendapatkan hibah tersebut dikenakan tarif Rp255.200 untuk lokasi rumah tidak berseberangan jalan dengan jaringan pipa PDAM dan Rp355.200 untuk lokasi rumah yang berseberangan jalan dengan jaringan pipa perusahaan air minum itu.

"Biaya tersebut sudah termasuk pembayaran tagihan penggunaan air selama dua bulan," ujarnya.

Biaya tersebut, lanjutnya jauh lebih rendah daripada biaya pemasangan pipa secara reguler yang mencapai Rp900 ribu hingga di atas Rp1 juta per rumah.

Sementara itu, Ketua Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah, dan Pembangunan Daerah Kejaksaan Negeri Pariaman Reynold mengatakan pihaknya ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut guna memastikan pemasangan jaringan air itu tepat waktu, mutu, dan sasaran.

"Hari ini kami bersama PDAM, Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meninjau lokasinya guna memastikan berjalannya pemasangan air MBR ini," kata dia.

Ia menyampaikan meskipun beberapa bulan lalu pihaknya menemukan ada yang perlu dibenahi namun setelah melaksanakan koordinasi maka permasalahan tersebut telah ditidaklanjuti oleh pihak PDAM dan rekanan.

Ia menyebutkan adapun permasalahan tersebut yaitu pengikat pipa yang melewati jembatan dinilai tidak mendukung serta masih ada jaringan pipa yang belum tersambung ke rumah warga.

"Namun itu sudah diperbaiki oleh rekanan sehingga warga sudah menikmati air dari PDAM," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar