Solok batasi jumlah calon wali nagari lima orang

id pilwana solok,bupati gusmal,berita sumbar,berita solok

Solok batasi jumlah calon wali nagari lima orang

Kunjungan Bupati Solok, Gusmal saat melihat seleksi calon wali nagari di SMPN 5 Gunung Talang, Selasa. (ANTARA/Istimewa)

Arosuka, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, menyeleksi calon Wali nagari yang lebih dari lima orang agar setiap nagari mempunyai jumlah calon wali yang sama.

"Ujian ini diikuti oleh nagari yang memiliki calon wali nagari yang lebih dari lima orang, sebab calon dari masing-masing nagari maksimal hanya lima orang," kata Ketua Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Kabupaten Solok, Edisar di Gunung Talang, Selasa.

Ia menyebutkan dari 54 nagari yang mengikuti Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak ini, diantaranya ada 21 nagari yang mengikuti ujian tambahan ini dengan jumlah calon 170 orang.

Hasil dari ujian ini nantinya akan langsung diperiksa oleh Panitia pemilihan Wali Nagari masing-masing.

Edisar berharap tes ini dapat menyaring calon wali nagari yang terbaik nantinya, serta siapapun wali nagari terpilih dapat memberikan yang terbaik bagi nagari dan daerah.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat mendaftar menjadi calon Wali Nagari membuat panitia harus menyeleksi lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya.

"Semoga banyaknya yang mendaftar menjadi Wali Nagari tidak mengurangi kualitas mereka dalam memimpin nantinya," sebutnya.

Edisar berharap pelaksanaan pilwana serentak di Kabupaten Solok ini menjadi model atau percontohan pemilihan wali nagari serentak bagi nagari-nagari lainnya di Sumatera Barat.

Disela pelaksanaan ujian, para peserta mendapat kunjungan dari Bupati Solok, Gusmal yang didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Eva Nasri.

Dalam kunjungan tersebut, Gusmal berharap para peserta dapat mengikuti ujian dengan baik dan memberikan hasil yang terbaik.

"Semoga siapapun nantinya yang terpilih sebagai wali nagari, dapat memberikan yang terbaik bagi daerah dan masyarakat nantinya sehingga membangun sesuai harapan masyarakat," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar