Polisi perkirakan Jalan Juanda-S Parman dapat dilalui kendaraan pada Senin

id Polisi,jalan,jembatan rusak,padang, berita padang,berita terkini

Polisi perkirakan Jalan Juanda-S Parman dapat dilalui kendaraan pada Senin

Pengerjaan jembatan di Jalan Juanda, Padang, Rabu (9/10). (ANTARA/ Fathul Abdi)

Padang, (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memperkirakan salah satu jalan utama di kota tersebut yaitu Jalan Juanda menuju Jalan S Parman dapat kembali digunakan pada Senin (12/10) setelah sebelumnya ditutup karena pengerjaan perbaikan jembatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang Kompol Asril Prasetya, di Padang, Sabtu mengatakan berdasarkan pengamatan di lapangan saat ini, kemungkinan pada Senin mendatang jalan sudah bisa dilalui kembali oleh masyarakat.

Namun demikian, katanya, pihaknya masih memantau proses pengerjaan jembatan dengan bidang sekitar duapuluh meter itu.

Ia mengatakan jika pengerjaan selesai mencapai dua belas meter pada Senin, maka tidak perlu diberlakukan sistem buka tutup.

Penutupan salah satu jalan utama di Padang itu sudah diberlakukan pada Rabu (9/10) karena adanya pengerjaan jembatan.

Karena ditutupnya akses Jalan Juanda menuju Jalan S Parman tepatnya di depan Hotel Pangeran, arus kendaraan dialihkan ke Jalan Khatib Sulaiman.

Bagi pengendara yang datang dari arah Pasar Raya Padang menuju Tabing, dialihkan di Simpang Jalan Raden Saleh menuju Jalan Khatib Sulaiman.

Sedangkan yang datang dari arah Tabing dialihkan di Simpang DPRD Sumbar menuju Jalan Khatib Sulaiman.

Pengalihan arus ke Jalan Khatib Sulaiman untuk memastikan mobilitas masyarakat tidak terputus.

Tidak hanya kendaraan pribadi, arus kendaraan umum seperti Angkotan Kota (Angkot) juga ikut dialihkan.

Namun demikian penutupan total hanya dilakukan di lokasi pengerjaan saja. Kendaraan tetap bisa melewati Jalan S Parman dari arah Tabing menuju Lolong.

"Warga yang mempunyai rumah atau keperluan di seputar Jalan S Parman masih bisa lewat," katanya.

Pihak Polresta Padang menurunkan 30 personel untuk mengatur serta memandu pengendara dampak dari pengalihan arus.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar