Revitalisasi rumah gadang akan dimulai November 2019

id Kawasan Saribu Rumah Gadang,Revitalisasi Rumah Gadang,Desa Adat SRG,Pariwisata Solok Selatan,Berita Solok Selatan

Revitalisasi rumah gadang akan dimulai November 2019

Seorang warga duduk di depan rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang, yang direstorasi di Kawasan Saribu Rumah Gadang Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa (1/5). Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun ini memulai melakukan revitalisasi total kampung adat Kawasan Saribu Rumah Gadang, salah satunya dengan merestorasi rumah gadang sebanyak 38 unit sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Solok Selatan. ANTARA SUMBAR/Joko Nugroho/18

Padang Aro,  (ANTARA) - Revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akan dimulai November 2019 dan dilaksanakan secara tahun jamak.

"Informasi terakhir Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumbar akhir Oktober 2019 sudah tandatangan kontrak dan November proses pengerjaannya dimulai", kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Harry Trisna, di Padang Aro, Kamis.

Dia mengatakan, proses revitalisasi sesuai rencana awal dengan biaya Rp110 miliar dan untuk tahun ini yang dapat diakomodasi kemungkinan hanya Rp35 miliar dan sisanya dilaksanakan 2020.

Pembangunan tahun ini dilakukan untuk lima unit rumah gadang menara dan kawasan sekitarnya sehingga yang lainnya diusulkan pada 2020 atau dilaksanakan dengan tahun jamak.

"Untuk kawasan selitar kemungkinan juga belum bisa dituntaskan tahun ini sehingga dilanjutkan 2020," ujarnya.

Dengan revitalisasi ini diharapkan kawasan Saribu Rumah Gadang akan lebih menarik sehingga bisa meningkatkan kunjungan dan berimbas pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perekonomian masyarakat.

Untuk proses revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang di Nagari (desa adat) Koto Baru membutuhkan kayu sebanyak 685 meter kubik.

Jenis kayu yang akan digunakan untuk revitalisasi rumah gadang sudah ditentukan yaitu kayu jua, banio, timbalun, kruning, kuranji, kompe, meranti, surian, marsawa dan bayua.

Untuk rumah gadang rusak berat sebanyak 17 unit dibutuhkan kayu 425 meter kubik, rusak sedang 240 meter kubik dan rusak ringan 20 meter kubik dengan berbagai ukuran dengan yang paling besar mencapai 20-30 centimerer.

Proses tender pertama yang dilakukan oleh Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Strategis (PBLS) dinyatakan gagal lelang baik fisik maupun manajemen konstruksi dan kelanjutannya kegiatan akan ditangani oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mencanangkan revitalisasi total Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan saat peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Cimpago, Padang.

"Nanti revitalisasi ini sekaligus merupakan prototipe untuk rumah gadang yang ada di Sumatera Barat khususnya rumah adat di seluruh pelosok tanah air," kata kepala negara.

Saat itu presiden berharap pemerintah dapat menyelesaikan pembangunannya pada tahun itu juga.

Kawasan ini sudah dikenal secara nasional semenjak dinobatkan sebagai perkampungan adat terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia API 2017.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar