Saham-saham Wall Street menguat di tengah risalah The Fed dan harapan perdagangan

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P,indeks Nasdaq

Saham-saham Wall Street menguat di tengah risalah The Fed dan harapan perdagangan

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/aa.

New York, (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor meneliti risalah pertemuan Federal Reserve yang baru dirilis serta harapan positif terkait pembicaraan perdagangan mendatang antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 181,97 poin atau 0,70 persen, menjadi berakhir di 26.346,01 poin. Indeks S&P 500 bertambah 26,34 poin atau 0,91 persen, menjadi ditutup di 2.919,40 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 79,96 poin atau 1,02 persen, menjadi 7.903,74 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan positif sepanjang sesi, dengan sektor teknologi naik 1,45 persen pada penutupan, melampaui sektor-sektor lainnya.

Federal Reserve pada Rabu (9/10/2019) merilis risalah dari pertemuan kebijakan September.

"Risalah FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) September memperkuat kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan tiga minggu dari sekarang," Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, mengatakan dalam sebuah catatan pada Rabu.

Ia menambahkan bahwa risalah menunjukkan peningkatan kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS dan situasi internasional di antara para peserta FOMC.

Di bidang data ekonomi, lowongan pekerjaan AS, ukuran permintaan tenaga kerja, merosot menjadi 7,05 juta pada Agustus dari 7,17 juta pada bulan sebelumnya, menandai level terendah sejak Maret 2018, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Rabu (9/10/2019).

Data ekonomi AS mengecewakan yang dirilis baru-baru ini meningkatkan harapan untuk kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve. Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga akhir bulan ini lebih dari 80 persen, menurut alat FedWatch CME Group. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar