BKKBN targetkan turunkan kebutuhan KB tidak terlayani

id BKKBN

BKKBN targetkan turunkan kebutuhan KB tidak terlayani

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Syahruddin (ANTARA / Mario Sofia Nasution)

Padang (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumatera Barat menargetkan turunkan kebutuhan pelayanan keluarga berencana yang tidak terlayani atau 'unmet need' pada tahun ini.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Syahruddin di Dharmasraya, Rabu mengatakan hingga Oktober 2019 persentasenya masih di angka 14 persen dan targetnya di akhir tahun turun hingga 11 persen.

"Salah satu upaya kita adalah melakukan pelayanan dengan mendatangi di wilayah perbatasan," kata dia.

Ia mengatakan di daerah perbatasan banyak pasangan subur yang ingin mendapatkan layanan KB namun terkendala jarak dan transportasi.

"Mulai dari fasilitas alat kontrasepsi hingga dokter atau bidan di kawasan tersebut. Ini yang coba kita sikapi dengan turun langsung ke wilayah perbatasan," katanya

Ia mengatakan kegiatan ini akan rutin dilakukan agar memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan KB.

Menurut dia pasangan subur yang ada di wilayah perbatasan ini akan diberikan pelayanan jangka panjang berupa IUD atau implan yang tahan lama.

"Kalau pakai alat yang tahan sebentar berupa pil atau suntik mereka akan kesulitan mendapatkan kembali," katanya.

Sementara Camat Asam Jujuhan Kabupaten Dharmasraya mengakui hal tersebut. Ia mengatakan masyarakat di sini sangat rasional dan menginginkan pelayanan KB yang berjangka waktu lama karena sebagian besar mereka merupakan pekerja kebun sawit.

"Mereka hanya butuh sosialisasi tentang pelayanan dan kami senang karena BKKBN Sumbar dan Jambi memberikan pelayanan langsung di sini," katanya.***3***

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar