Jelang pelantikan DPR, situasi Jalan Gelora padat dengan kendaraan tamu

id Pelantikan dpr,Demonstrasi mahasiswa

Jelang pelantikan DPR, situasi Jalan Gelora padat dengan kendaraan tamu

Situasi di Jalan Gelora, tepat di gerbang belakang Gedung DPR padat dengan kendaraan tamu, Jakarta, Selasa (1/10) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta, (ANTARA) - Situasi di kawasan pintu belakang gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) jelang pelantikan anggota parlemen periode 2019-2024 terpantau aman dengan kendaraan silih berganti memasuki gerbang belakang.

Menurut pantauan ANTARA pada pukul 08.15 wib, tampak kendaraan yang berlalu lalang masih memadati jalan di belakang Gedung DPR. Polisi-polisi lalu lintas mengatur kendaraan yang akan lewat karena padatnya kendaraan yang ingin masuk ke dalam gedung untuk pelantikan.

Terlihat dua kendaraan barakuda bersiaga di gerbang belakang dekat pintu masuk, polisi juga melakukan pemeriksaan ketat kendaraan-kendaraan yang akan masuk.

Polisi juga memberlakukan satu arah di Jalan Gelora, dengan kendaraan dari arah Palmerah menuju Gelora Bung Karno dialihkan untuk memutar arah. Beberapa pengendara motor yang nekat melawan arus dihentikan oleh polisi.

"Kami berharap semoga tidak ada demo, karena hari ini kan pelantikan. Jalanan juga sudah ditutup," ungkap seorang polisi lalu lintas yang berjaga di daerah gerbang belakang DPR, menolak menyebutkan namanya karena tidak punya kewanangan berbicara dengan media.

Total sebanyak 575 anggota legislatif periode 2019-2024 dilantik hari ini setelah memenangikursi dalam Pemilihan Legislatif 2019. Menurut agenda resmi, pelantikan akan dimulai pukul 10.00 WIB untuk mengambil sumpah jabatan para wakil rakyat tersebut.

Selama beberapa hari jelang pelantikan legislatif, telah terjadi berbagai aksi demonstrasi yang digawangi oleh mahasiswa. Mereka menolak pengesahan RUU RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, dan RUU Ketenagakerjaan.

Mahasiswa dari berbagai universitas itu juga menuntut pembatalan RUU KPK. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar