15 Kepala Keluarga di Pesisir Selatan mengungsi akibat air laut pasang

id berita pesisir selatan, berita sumbar, berita terkini,cara mencegah abrasi,pengertian abrasi dan erosi,contoh abrasi

15 Kepala Keluarga di Pesisir Selatan mengungsi akibat air laut pasang

Pasang laut di Dusun Muaro, Batang Kapas. (istimewa)

Painan (ANTARA) - Sebanyak 15 kepala keluarga di Dusun Muaro, Kampung Bukit Tambun Tulang, Nagari IV Koto Hilie, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengungsi akibat pasang laut yang terjadi di daerah setempat, Minggu sore.

"Sore ini terjadi pasang laut Dusun Muaro, meminimalkan kerugian 15 kepala keluarga terpaksa mengungsi," kata Camat Batang Kapas Wendra Rovikto di Pesisir Selatan.

Ia menambahkan dari 15 kepala keluarga tersebut, 21 orang diantaranya mengungsi ke tenda yang disiapkan Dinas Sosial kabupaten yang didirikan di lokasi dan sebanyak 37 orang ke rumah sanak saudaranya.

Selain itu kata dia, pasang laut juga mengakibatkan 13 unit rumah rusak berat, 11 rumah tertimbun pasir, satu gudang ikan rusak berat, serta satu bangunan BUMNag rusak berat.

"Dari catatan kami setidaknya kejadian ini berdampak pada 25 kepala keluarga di Dusun Muaro," katanya.

Pihaknya mengaku telah melaporkan kejadian ini ke pemerintah kabupaten dengan harapan bantuan untuk para korban bisa segera didistribusikan.

"Kami juga mengimbau agar warga untuk terus waspada mengingat pada malam hari gelombang laut semakin tinggi, seperti hari-hari sebelumnya," katanya lagi.

Menurutnya abrasi di lokasi telah terjadi sejak sebulan terakhir dan akibat kejadian itu sekitar kurang lebih 100 meter daratan terkikis dan bibir pantai pun semakin dekat dengan pemukiman warga.

Sebelumnya pada Jumat (27/9) sebanyak 15 unit rumah di dusun tersebut juga terdampak abrasi, tiga diantaranya hancur, tujuh rusak berat dan lima rusak ringan.

Usai kejadian tersebut dilaporkan ke pemerintah kabupaten, Dinas Sosial setempat langsung mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di lokasi.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar