Atasi kerugian, PDAM Solok naikkan tarif layanan air hingga 45 persen

id Rabbiluski,tarif air PDAM solok naik,berita solok,berita sumbar,solok terkini,sumbar terkini

Atasi kerugian, PDAM Solok naikkan tarif layanan air hingga 45 persen

 Dirut PDAM Kota Solok, Rabbiluski. (Ist)

Solok, (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Solok, Sumatera Barat melakukan penyesuaian dan penaikan tarif berkala terhadap layanan air bersih yang diterima pelanggan hingga 45 persen.

"Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam surat pemberitahuan yang kami edarkan. Kenaikan tarif bervariasi, namun maksimal kenaikan mencapai 45 persen," kata Direktur Utama PDAM Kota Solok, Rabbiluski di Solok, Kamis.

Ia menyebutkan kenaikan tarif PDAM Kota Solok diberlakukan mulai dari 1 September 2019.

Sejumlah alasan kenaikan tarif, salah satunya PDAM ingin mengatrol harga air lantaran PDAM mengalami kerugian Rp252,2 per kubik air. Kajian tersebut berdasarkan hasil audit KAP dan BPKP terkait biaya Full Cost Recovery PDAM pada akhir Desember 2018.

Selain itu, menurutnya kenaikan dilakukan untuk peningkatan pelayanan terhadap pelanggan. Bila tidak dilakukan penyesuaian, PDAM diklaim harus menanggung kerugian akibat kenaikan biaya usaha. Rata-rata inflasi dari 2016 hingga 2018 sebesar 5,5 persen.

Selain itu, pihak PDAM kota Solok juga mengklaim, kenaikan tarif terpaksa dilakukan untuk mengimbangi kenaikan kontribusi pemanfaatan air baku pada pemerintah Kabupaten Solok, nilainya mencapai 64 persen.

Kemudian, pajak retribusi air bawah tanah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang mengalami kenaikan mencapai 300 persen dari biasanya.

"Setidaknya, sejak 2006 sampai Agustus 2019, pihak PDAM Kota Solok belum pernah melakukan penyesuaian tarif," ujarnya.

Rabbiluski mengatakan adanya penyesuaian tarif layanan air bersih bagi kalangan ekonomi menengah ke atas.

"Untuk masyarakat berpenghasilan rendah tidak berlaku penyesuaian tarif," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar