Kasus OTT Kadis Koperindag, Pemkab Tanah Datar hormati proses hukum

id OTT Kadis Koperindag,Polres Tanah Datar,Irdinansyah Tarmizi

Kasus OTT Kadis Koperindag, Pemkab Tanah Datar hormati proses hukum

Pemda Tanah Datar memberikan keterangan terkait penangkapan Kepala Dinas Koperindag setempat, Marwan. (Antara/Etri Saputra)

​​​​​​​Batusangkar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menghormati proses hukum atas ditetapkannya Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) setempat sebagai tersangka dugaan penerimaan fee pembangunan pasar Koto Baru, X Koto.

"Kami mendapat kabar mengenai yang bersangkutan terjerat OTT, namun yang namanya musibah tidak semua orang menginginkannya. Kami sebagi pemerintah daerah menghormati keputusan hukum oleh pihak berwajib," kata Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi di Batusangkar, Rabu.

Ia mengatakan agar proses kasus Kadis Koperindag Marwan tersebut bisa berjalan dengan lancar, pihaknya mempersilahkan pihak kepolisian untuk memanggil saksi dari instansi tersebut.

Peristiwa tersebut mesti dijadikan sebagai pelajaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tanah Datar untuk menghindari kesalahan sekecil apapun.

Langkah selanjutnya sesuai pedoman undang-undang dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) akan dibicarakan terlebih dahulu mengenai status tersangka sebagai ASN.

"Kami tidak mau gegabah dan tetap mengacu kepada undang-undang KASN terkait status sebagai pegawai negeri yang terlibat kasus tindak pidana," katanya.

Ia mengatakan untuk kursi yang ditinggalkan sebagai kepala dinas, pemerintah daerah akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) agar program pemerintah tidak terhenti.

Apalagi, lanjutnya kegiatan atau pembangunan di Dinas Koperindag cukup banyak diantaranya Pasar Koto Baru, Pasar Simabua, Pasar Atas Batusangkar, termasuk kelanjutan Pasar Rao-rao

Sebelumnya Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar, Marwan terjaring OTT Polres setempat atas dugaan menerima fee dari pembangunan pengerjaan pasar Koto Baru dari salah seorang kontraktor.

Marwan ditangkap di ruang kerjanya pada Selasa (24/9) sekira pukul 16.00 wib dan ditemukan uang senilai Rp20 juta dalam amplop coklat yang diletakkan dibawah tas genggam miliknya.

Atas kasus tersebut polres Tanah Datar menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka bersama salah seorang inisial SY (62) yang diduga direktur dari PT Hari Putra Utama.

Pasal sangkaan kepada tersangka penerima dikenakan pasal 12 huruf a jo pasal 11 Undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang No 30 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Dan kepada saudara SY (62) Pasal 5 huruf (b) Undang-undang no 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar