Kemarau, 1,5 hektare kebun kepala sawit warga di Agam terbakar

id kebakaran lahan,berita agam,agam terkini,berita sumbar,sumbar terkini

Kemarau, 1,5 hektare kebun kepala sawit warga di Agam terbakar

Kondisi lahan yang terbakar di Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palambayan, Kabupaten Agam, Selasa (24/9). (Ist)

Lubukbasung,  (ANTARA) - Lahan perkebunan kepala sawit warga di Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palambayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terbakar seluas 1,5 hektare, Selasa (24/9) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Selasa, mengatakan api dengan mudah menjalar ke lokasi lain akibat rumput kering akibat kemarau.

"Kita belum mengetahui penyebab kebakaran lahan kelapa sawit itu," katanya

Untuk memadamkan api, tambahnya,Satgas BPBD Agam bersama Satpol PP Damkar, Polsek Palembayan, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan masyarakat melakukan pemadaman api.

Saat ini, tambahnya, tim gabungan sedang memadamkan api dengan menggunakan mesin pompa air dan peralatan manual.

"Mudah-mudahan api bisa dipadamkan dalam waktu dekat, agar tidak menambah kabut asap," katanya.

Sebelumnya, empat hektare lahan di dua titik juga terbakar pada Senin (23/9) siang.

Titik pertama seluas satu hektare berada di Bukik Talempong, Nagari Bawan Kecamatan Ampeknagari.

Sedangkan titik kedua dengan luas tiga hektare berada di Jorong Pincuran, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatangkamang.

"Kebakaran itu akibat warga membakar hasil pembersihan lahan, sehingga menyalar ke daerah lain karena rumput sekitar dalam kondisi kering," katanya.

Dengan kejadian itu, Wahyu mengimbau warga untuk tidak membakar hasil pembersihan rumput di sekitar lahan, karena bisa menyalar ke daerah lain.

Selain itu tidak membakar jerami, limbah rumah tangga dan lainnya.

"Ini bisa menambah kabut asap di daerah tersebut, karena kondisi udara tidak sehat," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar