Wabup: masyarakat tiru nenek moyang kelola alam

id Kabut asap,Abdul rahman,Dampak kabut asap,Berita solok selatan,Berita sumbar

Wabup: masyarakat tiru nenek moyang kelola alam

(Vera Lusiana)

Padang Aro (ANTARA) - Wakil Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat Abdul Rahman mengatakan masyarakat harus arif dalam mengelola alam sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang merugikan orang banyak.

"Nenek moyang kita dulunya juga sudah mengelola alam dan dari mereka seharusnya kita bisa belajar mengolah alam tanpa merusaknya," kata di Padang Aro, Selasa.

Menurut dia, yang terjadi saat ini adalah eksploitasi alam secara besar-besaran tetapi tidak lagi memperhatikan kearifannya yang berakibat kabut asap yang mengganggu masyarakat banyak.

"Kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia yang tidak memperhatikan kearifannya," katanya.

Dia mengatakan, Solok Selatan menjadi kabupaten terdampak kabut asap kiriman cukup parah di Sumbar.

Untuk wilayah Sumbar katanya, Solok Selatan urutan ketiga terparah terdampak kabut asap bahkan harus meliburkan sekolah.

Dia bersyukur karena hari ini sudah turun hujan dan berharap kebakaran lahan bisa secepatnya teratasi sehingga kabut asap yang sudah merugikan bisa segera hilang.

"Kita bersyukur hari ini hujan lebat setelah cukup lama dilanda kemarau," ujarnya.

Dia menambahkan, sosialisasikan kearifan berinteraksi dengan alam harus lebih gencar lagi dilaksanakan sehingga kejadian seperti sekarang tidak terulang lagi.

Solok Selatan sendiri sudah meliburkan sekolah sejak Senin hingga Rabu dengan harapan kabut asap segera hilang sehingga Kamis sudah bisa kembali belajar.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar