Baru beberapa bulan bebas dari penjara, pria ini ditemukan tewas mengenaskan di pinggir Sungai

id Polres OKU identifikasi penemuan mayat diduga korban pembunuhan

Baru beberapa bulan bebas dari penjara, pria ini ditemukan tewas mengenaskan di pinggir Sungai

Teks Foto : Kapolres Ogan Komering Ulu, AKBP NK Widayana Sulandari saat gelar kasus pembunuhan di Baturaja. (Antara News Sumsel/Edo Purmana)

Baturaja, (ANTARA) - Satreskrim Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengidentifikasi penemuan mayat Nanda Saputra (21) diduga korban pembunuhan yang ditemukan tewas mengenaskan di pinggir Sungai Ogan Desa Banuayu kabupaten setempat pada Jumat (20/9) pukul 10.00 WIB.

"Kasus ini sedang kami dalami guna mengungkap penyebab kematian korban yang diduga menjadi korban pembunuhan," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan di Baturaja, Sabtu.

Dia mengemukakan, kasus tersebut bermula saat warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki terkapar bersimbah darah di pinggir Sungai Ogan wilayah Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk Batang.

Warga Desa Kemilau Baru, Kecamatan Baturaja Timur ini saat ditemukan sudah terbujur kaku terdapat empat luka tusukan senjata tajam di bagian perut dan dada hingga mengakibatkan korban tewas.

Dugaan sementara, kata dia, korban diduga dibunuh karena motif dendam karena barang berharga milik korban seperti telpon genggam dan dompet masih utuh terdapat di lokasi kejadian.

"Menurut keterangan beberapa saksi di lapangan menyebutkan jika korban ini baru beberapa bulan terakhir bebas dari penjara karena melakukan tindak kriminalitas," ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, jenazah korban sudah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka setelah sebelumnya dilakukan visum et repertum di RSUD Ibnu Soetowo Baturaja guna penyidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Kasus ini sudah ditangani polisi termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna menangkap pelaku pembunuhan," tegasnya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar