Emas berjangka naik didongkrak pembelian 'safe haven'

id harga emas,emas berjangka,comex new york mercantile exchange,safe haven,dolar

Emas berjangka naik didongkrak pembelian 'safe haven'

Ilustrasi: Toko perhiasan emas di Basra, Bagdad (REUTERS/ Essam Al-Sudani)

Chicago (ANTARA) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya jatuh, karena logam mulia didorong oleh pembelian safe haven dan penurunan pasar ekuitas AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 8,9 dolar AS atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 1.515,1 dolar AS per ounce.

Pada pukul 17.30 GMT, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 159,72 poin atau 0,59 persen. Indeks S&P 500 turun 14,72 poin atau 0,49 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq turun 65,2 poin atau 0,8 persen.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang meningkat, investor dapat berhenti membeli aset-aset safe haven, seperti emas, dan beralih ke saham.

Harga emas juga tertekan oleh penguatan dolar AS, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,25 persen menjadi 98,5200 pada akhir perdagangan.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 3,5 sen atau 0,2 persen menjadi ditutup pada 17,849 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 0,2 dolar AS atau 0,02 persen, menjadi menetap di 942,6 dolar per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka mencatat kerugian pertama dalam empat hari perdagangan terakhir pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Federal Reserve (Fed) AS mengumumkan pemotongan suku bunga acuan kedua tahun ini.

Para pembuat kebijakan Fed pada Rabu (18/9/2019) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen, tetapi langkah tersebut memperlihatkan tiga perbedaan pendapat - dengan dua pejabat Fed mendesak suku bunga untuk tetap tidak berubah dan satu menyerukan pemotongan yang lebih besar.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar