Petrokimia Gresik bina petani Padang Pariaman tingkatkan produktivitas kakao

id Pembinaan petani kakao,Petrokimia Gresik,berita padang pariaman,padang pariaman terkini,berita sumbar,sumbar terkini

Petrokimia Gresik bina petani Padang Pariaman tingkatkan produktivitas kakao

Dewan Komisaris PT Petrokimia Gresik Mayjen TNI (Purn) Heriyono Harsoyo (kanan)  menyerahkan bantuan pupuk kepada Bupati Padang Pariaman, Sumbar Ali Mukhni (kiri) untuk disalurkan kepada petani di Parit Malintang, Rabu. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S.)

Pariaman, (ANTARA) - Produsen pupuk PT Petrokimia Gresikmemberi pendampingankepada petani di tiga kecamatan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat dalam meningkatkan produksi dan kualitas kakao daerah itu.

"Pendampingan ini merupakan bentuk kehadiran kami sebagai badan usaha milik negara untuk petani di Indonesia," kata Dewan Komisaris PT Petrokimia Gresik Mayjen TNI (Purn) Heriyono Harsoyo saat penyerahan bantuan pupuk kepada petani Padang Pariaman yang mendapat pembinaan di Parit Malintang, Rabu.

Ia mengatakan pembinaan tersebut disesuaikan dengan potensi pertanian di daerah yang mana di Indonesia telah mencapai 500 demplot.

Sedangkan untuk Padang Pariaman, lanjutnya pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao.

Ia menjelaskan dipilihnya petani kakao untuk pembinaan karena Sumbar menjadi salah satu daerah di Indonesia bahkan nomor dua dunia sebagai penghasil kakao terbaik.

"Informasi itu saya peroleh setelah berbincang-bincang dengan pengusaha cokelat di Swiss," katanya.

Ia mengatakan permasalahan yang dihadapi selama ini yaitu petani kurang merawat tanaman kakao, sehingga produk yang dihasilkan tidak maksimal.

Dengan adanya pembinaan yang disertai ahli tanaman kakao tersebut maka dapat meningkatkan produktivitas dan memperbaiki kualitas kakao di daerah itu.

"Petani yang kami dampingi ada empat kelompok, nanti petani daerah lain dapat belajar ke petani yang berhasil ini," ujarnya.

Ia meminta kepada petani untuk tekun merawat pohon kakaonya sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

"Jika permasalahannya karena modal maka petani melalui pemerintah setempat dapat dapat memanfaatkan bank," ujar dia

Sementara itu Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan luas lahan tanaman kakao di daerah itu pada 2018 mencapai 12 ribu hektare yang mana lahan produktif hanya sekitar lima ribu hektare yang produksinya mencapai lima ribu ton.

"Dengan adanya pendampingan ini maka diharapkan dapat mengubah perilaku petani untuk lebih memperhatikan tanaman kakao," kata dia.

Ia mengatakan tanaman kakao harus diperhatikan dengan perawatan yang optimal agar dapat menghasilkan buah berkulitas baik dan produktivitas yang tinggi. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar