Rupiah tertekan peluang terus naiknya harga minyak

id rupiah,dolar,kurs,harga minyak

Rupiah tertekan peluang terus naiknya harga minyak

Arsip Foto. Petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang BNI Melawai, Jakarta. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup melemah, seiring peluang terus naiknya harga minyak dunia setelah serangan ke ladang minyak Arab Saudi.

Rupiah ditutup melemah 58 poin atau 0,41 persen menjadi Rp14.100 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.042 per dolar AS.

"Pasar masih fokus ke Timur Tengah, di mana ladang minyak milik Saudi Aramco, raksasa migas asal Arab Saudi, dihantam serangan pesawat tanpa awak alias drone," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Dampak serangan itu sendiri tidak main-main, produksi minyak Arab Saudi sebanyak 5,7 juta barel per hari terhenti. Jumlah tersebut lebih dari separuh produksi "Negeri Gurun Pasir" itu.

Data Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak (OPEC) mencatat produksi minyak Arab Saudi pada 2018 adalah 10,32 juta barel per hari. Angka 5,7 juta barel per hari juga sekitar lima persen produksi dunia.

"Potensi itu kini tidak ada, sehingga berpotensi mengganggu pasokan minyak di pasar dunia. Akibatnya, harga minyak berpeluang terus naik," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.070 dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.070 per dolar AS hingga Rp14.110 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.100 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.020 per dolar AS.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar