Sumbar sudah punya Perda perangi narkoba, Wagub: Semua instansi harus mendukung

id narkoba

Sumbar sudah punya Perda perangi narkoba, Wagub: Semua instansi harus mendukung

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat membuka sosialisasi Perda Narkoba di Padang. (ANTARA SUMBAR/ Ist)

Padang, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkanPeraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2018 sebagai bentuk keseriusan daerah ini dalam memerangi peredaran narkoba.

"Kita sudah punya Perda tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Semua instansi harus berkomitmen mendukung ini," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat membuka sosialisasi perda tersebut di Padang, Senin.

Menurutnya, narkoba adalah ancaman yang sangat nyata, yang bisa menghancurkan masa depan generasi muda, yang pada akhirnya akan menghancurkan bangsa.

Peredarannya sudah sangat masif hingga ke desa-desa karena itu perlu usaha nyata dari pemerintah untuk ikut mencegah penyalahgunaan barang haram itu.

"Perda ini adalah bentuk keseriusan itu," ujarnya.

Dengan adanya landasan hukum yang jelas, bisa dibuat program konkret untuk membantu memberantas narkoba di Sumbar.

Selain narkoba, Nasrul Abit juga mengingatkan bahaya Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) yang disebutnya sangat dengan dengan narkoba.

"Dua hal ini harus diantisipasi agar generasi muda kita ke depan bisa berkualitas," katanya.

Sementara itu potensi peredaran narkoba di daerah perbatasan seperti Mentawai juga menjadi perhatian karena sangat terbuka ke Samudra Hindia sehingga bisa menjadi jalan masuk ke Sumbar.

Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Nazwir mengatakan, perda tersebut meliputi antisipasi dini, pencegahan, fasilitasi rehabilitasi, pengawasan dan pelaporan, partisipasi masyarakat dan pembiayaan.

"Kita akan segera tindalanjuti perda ini,"ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar