Ribuan Anggota Porbbi "Serbu" Talamau, Pasaman Barat

id Buru babi

Alek buru babi di Padang beberapa waktu lalu. (ANTARA SUMBAR/ist)

Padang (ANTARA) - Persatuan Olahraga Berburu Babi (Porbbi) Sumatera Barat kembali menggelar buru alek di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/9) setelah sukses menggelar acara yang serupa di Simpang Bunduang, Tanahdatar dan Nagari Lagan, Kabupaten Pessel.

Kegiatan yang bertajuk ”Alek Kota Sawit” itu diprediksi akan jadi kegiatan paling meriah selama perhelatan buru alek di Sumbar karena bakal dihadiri berbagai kalangan dan pecinta olahraga buru babi se-Indonesia.

”Ribuan undangan sudah kami sebar jauh-jauh hari. Tamu yang tergabung dalam Porbbi dari provinsi lain juga kami sediakan penginapannya,” kata panitia kegiatan, Jayat Jay didampinigi Antoni Stefen, Yongki Dt Selo, Frengki Karasak dan Rainer Oktafianus.

Ia mengatakan, undangan juga disebar untuk pejabat-pejabat yang ada di Sumbar terkhusus di Pasaman Barat. Dijawalkan iven dibuka oleh mantan Bupati Pasaman Barat.

Kepala Bidang Humas Porbbi Sumbar Robby Orlando mengatakan, Alek Kota Sawit tersebut digagas oleh seluruh unsur Porbbi yang ada di Sumbar.

Selain kegiatan berburu, Porbbi juga melakukan bakti sosial di Pasaman Barat serta aktif mempromosikan wisata yang ada di Kecamatan Talamau.

”Di Talamau ada pemandian air panas. Ini jarang diketahui banyak orang. disinilah peran Porbbi mempromosikan wisata tersebut dan ikut melakukan pembenahan melibatkan seluruh pengurus Porbbi,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan buru alek itu merupakan merupakan bentuk kepedulian pengurus Porbbi terhadap masyarakat terutama petani. Pasalnya banyak keluhan masyarakat di di Pasbar tentang gangguan hama babi.

”Selain membantu masyarakat, kegiatan buru alek ini merupakan salah satu ajang silaturahmi dan pemersatu sesama anggota Porbbi di Indonesia. dalam kegiatan ini silaturahmi akan semakin erat,”katanya.

Ia optimis acara itu akan sangat meriah dengan dukungan semua pihak.(*)
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar