Hasil pengujian: udara di Tanah Datar tak sehat, masyarakat kurangi aktivitas luar ruangan

id kualitas udara,pencemaran udara,kabut asap,berita tanah datar

Hasil pengujian: udara di Tanah Datar tak sehat, masyarakat kurangi aktivitas luar ruangan

Gambar udara di atas Istano Basa Pagaruyung (Dok. Humas Tanah Datar)

Batusangkar, (ANTARA) - Berdasarkan hasil uji kualitas udara ambien atau udara bebas di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang dilakukan Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) setempat menunjukkan kategori tidak sehat.

Kepala Dinas Perkim LH Tanah Datar Desi Trikorina di Batusangkar mengatakan pengujian tersebut dilakukan pada 12 hingga 13 September terhadap kondisi ketebalan asap yang dipantau selama 24 jam.

"Dari hasil itu menunjukkan angka indeks standar pencemaran udara di Tanah Datar berada pada angka 101,5 atau kategori tidak sehat," kata Desi Trikora di Batusangkar, Jum'at.

Ia mengatakan berdasarkan indeks standar pencemaran udara untuk kualitas udara ketegori sehat berada pada angka 50 dan untuk udara kategori sedang berada pada angka 100.

Untuk pengambilan sampel udara yang dilakukan untuk wilayah Tanah Datar hanya dilakukan di satu lokasi saja yang dipusatkan di pekarangan depan kantor tersebut dan masih tahap pemeriksaan lebih lanjut.

Kualitas udara termasuk pada kategori tidak sehat, pihaknya menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika bepergian serta dilarang melakukan pembakaran sampah.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Tanah Datar melalui Puskesmas setempat telah turun memberikan penyuluhan kepada warga terutama kelompok yang berisiko dampak dari bahaya kabut asap tersebut.

Dinkes juga membagikan masker secara gratis dan memberi imbauan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar rumah serta membakar sampah yang bisa menambah kabut asap.

Kadis Kesehatan Yesrita mengatakan pemberian masker diberikan kepada seluruh kalangan dan lebih diutamakan anak sekolah dan laki dan perempuan yang lanjut usia (lansia).
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar