Pencarian dua pelajar tenggelam di Pasaman Barat dilanjutkan pagi ini

id Pencarian korban tenggelam

Tim gabungan Polres Pasaman Barat, Basarnas, BPBD, TNI saat melakukan pencarian dua orang pelajar yang hilang tenggelam Kamis (12/9) tengah malam. Pencarian akan dilanjutkan Jumat (13/9) pagi ini.

Simpang Empat, (ANTARA) - Tim gabungan Kepolisian Resor Pasaman Barat melanjutkan pencarian terhadap dua orang pelajar yang hilang tenggelam di Pantai Muaro Binguang Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (13/9) pagi.

"Hingga Kamis (12/8) tengah malam kami melakukan pencarian terhadap korban, namun belum ditemukan. Pencarian kami teruskan pagi ini," kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kepala Bagian Ops Polres Pasaman Barat, Kompol Muddasir, Jumat (13/9) pagi.

Ia mengatakan tim gabungan yang terdiri dari jajaran Polres, Polsek Kinali, TNI, Basarnas dan BPBD serta masyarakat akan terus melakukan pencarian terhadap korban.

"Benar, dua orang korban itu Wahyu (15) dan Hadi Saputra (15) itu masih berstatus pelajar warga Pasar Padang Canduah Jorong Padang Canduah Kinali," katanya.

Ia mengatakan kejadian hilangnya pelajar itu berawal ketika korban bersama empat orang temannya Azlan (17), Taufik Hidayat Nurdin (15), Dermawan (14) dan Riki Yono (16) pergi main ke pantai Muaro Bingung pada Kamis (12/9) sekitar pukul 12.30 WIB.

Sesampainya di pantai korban dan teman-temannya menyewa sampan atau perahu.

Kemudian mereka menaiki sampan untuk bermain dipinggiran pantai sambil mencari hewan umang-umang.

Ketika itu arah sampan malah ke tengah yang diduga diseret oleh arus dan membuat ke enam korban panik karena sebagian air masuk ke dalam sampan.

Saat itu semua korban meloncat dari sampan lalu korban pun berusaha berenang ke pinggir pantai.

Salah seorang anak Dermawan berhasil selamat ke pinggir pantai lalu dilihatnya teman korban hanya tinggal bertiga.

Sedangkan korban Hadi dan Wahyu sudah tidak terlihat lagi. Kemudian dia pun mencari pertolongan kepada warga sekitar.

Dari keterangan salah seorang anak yang selamat, Taufik saat semua korban meloncat dari sampan dia melihat korban Hadi langsung hilang dan korban wahyu juga berusaha namun tidak beberapa lama juga menghilang.

Kemudian ia bersama dengan korban Azlan dan Riki bertahan dengan memegang sampan sampai pertolonganpun datang.

Setelah itu barulah datang warga sekitar menyelamatkan tiga orang korban yang masih bertahan dengan memegan sampan.

"Empat orang selamat dan dua orang masih hilang dan masih dilakukan pencarian," katanya.

Hingga Kamis malam, jajaran Polsek Kinali yang dipimpin Iptu Eri Yanto dan tim SAR Polres Pasaman Barat, Kompol Muddasir dan Kepala Satuan Sabhara Iptu Yudi Partanto, BPBD, TNI serta Basarnas Pasaman Barat bersama warga Muaro Bingung masih melakukan pencarian terhadap korban. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar