Berencana naikkan tarif, ini pesan Wali Kota kepada PDAM Padang

id berita padang, berita sumbar, berita terkini,berita dam terkini

Wali Kota Padang Mahyeldi (Tengah) bersama Dirut PDAM Padang (Antara/Humas)

Padang, (ANTARA) - Wali Kota Padang Mahyeldi menyarankan PDAM setempat melakukan survei kepuasan pelanggan sebelum menaikan tarif yang rencananya akan diberlakukan pada Januari 2020.

"Walaupun kenaikan tarif air PDAM Kota Padang telah sesuai Permendagri No. 71 Tahun 2019 dan Peraturan Wali Kota Padang No. 14 Tahun 2012, namun PDAM perlu mempertimbangkan kepuasan masyarakat terlebih dahulu. Jika tingkat kepuasan masyarakat telah sesuai, maka sah-sah saja PDAM melakukan kenaikan tarif," kata dia di Padang, Kamis.

Wali Kota menyarankan pihak PDAM juga harus melihat perkembangan ekonomi masyarakat.

"Artinya kita harus melihat penerimaan dari masyarakat, berapa persen masyarakat yang telah puas terhadap pelayanan dan berapa pula yang belum. Jika hasil survei penerimaan menunjukan tingkat kepuasan yang cukup tinggi maka silakan dilakukan kenaikan tarif," katanya.

Ia juga meminta PDAM Kota Padang memetakan kelompok mana yang harus mengalami kenaikan tarif sehingga tidak memberatkan nantinya bagi masyarakat di kalangan tertentu.

PDAM juga harus punya rencana, apa yang ingin dicapai dari kenaikan tarif yang akan dilakukan, apakah nanti berkaitan dengan dengan peningkatan kualitas pelayanan, penambahan jumlah pelanggan, renovasi dan pembangunan jaringan perpipaan, optimalisasi kapasitas produksi atau nanti berkaitan dengan jumlah peningkatan PAD Kota Padang," ujarnya.

Mahyeldi berharap kenaikan tarif air bersih di Kota Padang perlu dikaji secara matang terlebih dahulu sehingga masyarakat dapat menerima dengan baik.

"Kita perlu menghadirkan pemerintahan yang transparan agar masyarakat percaya," katanya.

Sementara, Direktur PDAM Kota Padang Hendra Pebrizal mengungkapkan kenaikan tarif PDAM Kota Padang bertujuan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan bagi masyarakat.

Selama ini PDAM Kota Padang hanya bisa menjangkau layanan sekitar 78 persen namun dengan adanya hal ini setidaknya bisa menjangkau sekitar 92 persen, kata dia.

Ia menyebutkan pelanggan aktif saat ini 107.000 dan pelanggan non aktif sekitar 17.000.

Adapun jumlah kenaikan tarif PDAM pada 2020 nanti rata-rata Rp400 per meter kubik untuk masyarakat umum, sementara untuk masjid dan musala tidak diberlakukan.

"Kenaikan tarif direncanakan bakal disahkan November 2019 mendatang bersama Wali Kota Padang," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar