9,9 kg ganja dimusnahkan, Wabup Pasaman apresiasi kinerja polisi

id Polisi, narkoba, pasaman,Darurat narkoba, wabup pasaman, berita sumbar, berita padang, sumatera barat

Wabup H Atos Pratama, ST bersama Forkopimda saat memusnahkan BB Ganja di Mapolres Pasaman. (Ist)

Lubuksikaping (ANTARA) - Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama mengapresiasi kinerja Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, yang telah bekerja keras memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah tersebut.

ApresiasindisampaikanWabup saat menghadiri pemusnahan barang bukti 10 paket atau 9,9 Kg ganja milik tiga orang tersangka asal Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol, yakni Adrian (19), Yofrimel (31) dan Zainal Abidin (50) di halaman Mapolres Pasaman, Rabu.

"Patut kita apungi jempol, atas keberhasilan personel Satres Narkoba Polres Pasaman menggagalkan peredaran barang haram ini. Tidak bisa terbayangkan, kalau sampai ganja ini beredar di Pasaman," ujar Atos Pratama.

Menurutnya, keberhasilan Polres Pasaman ini sebagai bukti nyata keseriusan institusi Kepolisian memberantas peredaran narkoba serta membuat jera para pelaku dan pengguna narkoba di daerah itu.

"Untuk memberikan efek jera, para pelaku ini harus dijerat dengan hukuman yang seberat beratnya. Jangan dikasih ampun," ujarnya.

Wabup juga mengapresiasi keberhasilan Polres Pasaman mewujudkan situasi yang kondusif ditengah masyarakat pasca pelaksanaan Pemilu beberapa waktu lalu, sehingga keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terjaga dengan baik.

"Polres Pasaman selalu mendukung program pemerintah daerah, baik kegiatan pembangunan maupun sosial kemasyarakatan," katanya.

Untuk menyelamatkan generasi muda daerah itu dari bahaya narkoba, Atos mengimbau para pengguna dan pengedar narkoba agar menjauhi barang haram tersebut, jika tidak ingin berurusan dengan aparat penegak hukum.

"Mari kita jauhi narkoba. Katakan tidak pada narkoba. Para pemakai, stop konsumsi narkoba sekarang juga. Para pengedar pun demikian. Hukumannya sangat berat," katanya.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar