Puluhan ribu warga Agam belum rekam KTP

id Agam

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Agam, Misran. (ANTARA/ Yusrizal)

Agam (ANTARA) - Sebanyak 30.806 jiwa warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan pemerintah setempat menurunkan tim turun ke lapangan mulai ke tingkat nagari bahkan ke sekolah-sekolah di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Agam, Misran di Lubukbasung, Minggu mengatakan saat ini baru 354.102 dari 384.908 wajib KTP yang telah melakukan perekaman data.

"Ada 30.806 wajib KTP belum melakukan perekaman dan ini data periode 31 Juli 2019," katanya.

Menurut dia Disdukcapil Agam memiliki program jemput bola ke nagari atau desa adat, sekolah dan lainnya dengan menurunkan tim agar seluruh wajib KTP melakukan perekaman

Tim tersebut akan melakukan perekaman bagi warga yang belum memiliki KTP, setelah ada permintaan dari pihak nagari dan sekolah.

"Program ini telah berjalan semenjak beberapa tahun lalu," katanya.

Ia mengakui blangko KTP di daerah itu masih kosong sejak sebulan lalu dan untuk menganti KTP-El itu Disdukcapil setempat menebitkan surat keterangan sekitar puluhan lembar.

Ia mengatakan surat keterangan dapat digunakan untuk mencari kerja, masuk kuliah dan keperluan lainnya

"Suket yang diterbitkan fungsinya sama dan ini pengganti KTP Elektronik sementar," katanya.

Ia mengatakan, data yang ada dalam Suket itu lengkap seperti KTP, sehingga tidak ada bedanya dengan KTP. Fungsinya sama sehingga tak ada alasan layanan publik menolak Suket itu. Suket juga ditandatangani Kadisdukcapil dan berlaku enam bulan.

"Suket ini diterbitkan setelah wajib KTP melakukan perekaman data," katanya.

Ia menambahkan apabila masa berlaku habis, maka bisa diganti dengan Suket baru atau KTP Elektronik apabila ada blangko KTP Elektronik, petugas akan mencerak KTP Elekttonik karena mereka sudah melakukan perekaman data.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar