BPBD catat 88 unit bangunan terdampak puting beliung di Solok Selatan

id Solok Selatan

Petugas sedang mengevakuasi korban angin puting beliung di daerah itu (ANTARA/ Erik Ifansya Akbar)

Solok Selatan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Sumatera Barat mengcatat total jumlah bangunan yang terdampak puting beliung menjadi 88 unit dua diantaranya fasilitas umum.

"Setelah dilakukan pendataan secara menyeluruh total bangunan terdampak puting beliung menjadi 88 unit yang terdiri dari rumah 85 unit sekolah satu unit serta dua masjid", kata Sekretaris BPBD Solok Selatan Dicky Nanda Utama didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Inroni Muharamsyah, di Padang Aro, Minggu.

Ia menyebutkan, dari 85 unit rumah yang rusak tersebut terdiri dari rusak ringan 77 unit, sedang enam dan berat dua unit yang tersebar di tiga Nagari.

Nagari yang paling banyak terdampak yaitu Luak Kapau 38 kemudian Kapau Alam Pauah Duo sebanyak 37 unit dan Pauah Duo Nan Batigo 10 unit.

"Walaupun di Pauah Duo Nan Batigo jumlahnya sedikit tetapi terdapat dua unit rusak berat serta satu sekolah terdampak," ujarnya.

Untuk jumlah masyarakat yang terdampak yaitu sebanyak 85 Kepala keluarga dengan jumlah jiwa 353 orang.

"Kerugian akibat bencana ini diperkirakan R334 juta dan paling banyak di Pauah Duo Nan Batigo karena dua unit rumah hancur," katanya.

Dia mengatakan, bantuan yang sudah disalurkan pada Sabtu berupa terpal dan matras untuk rumah yang rusak sedang delapan paket, dan utk mesjid dua paket

Rencananya kata dia, akan ditambah lagi logistik dari BPBD dan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari.

Sedangkan bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial Provinsi katanya, akan disalurkan pada Senin atau Selasa untuk keseluruhan rumah yang terdampak.

"Termasuk juga bantuan beras dari dinas Sosial Provinsi melalui bagi seluruh korban yang rumahnya terdampak," ujarnya.

Dia menambahkan, pembersihan yang dilakukan oleh petugas dilapangan tinggal di Nagari Pauah Duo Nan Batigo dan akan dilanjutkan hari ini.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar