Saham-saham Wall Street ditutup lebih tinggi di tengah laporan "beige book" Fed

id Wall Street,indeks S&P,indeks Dow,indeks Nasdaq

Indeks Nasdaq. ANTARA/REUTERS/Eric Thayer

New York, (ANTARA) - Saham-saham di bursaWall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memangkas kerugian dari sesi sebelumnya karena investor mempertimbangkan laporan beige book terbaru yang dirilis oleh bank sentral Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 237,45 poin atau 0,91 persen, menjadi berakhir di 26.355,47 poin.

Sementara, Indeks S&P 500 bertambah 31,51 poin atau 1,08 persen, menjadi ditutup di 2.937,78 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 102,72 poin atau 1,3 persen, menjadi 7.976,88 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan sektor teknologi dan layanan komunikasi masing-masing bertambah 1,71 persen dan 1,61 persen, memimpin para pencetak keuntungan.

Mayoritas perusahaan komponen Dow diperdagangkan di wilayah hijau, dengan Intel, Walgreens Boots Alliance, dan Nike menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainers).

Aktivitas ekonomi meningkat di sebagian besar Amerika Serikat, dengan delapan dari 12 Distrik Federal Reserve melaporkan pertumbuhan sedang hingga moderat, menurut beige book yang dirilis pada Rabu sore (4/9/2019) oleh Federal Reserve.

Mayoritas distrik menunjukkan bahwa manufaktur mengalami ekspansi, tetapi pertumbuhannya melambat, terutama di sektor otomotif dan energi, kata beige book.

Meskipun kekhawatiran tentang tarif dan ketidakpastian kebijakan perdagangan terus berlanjut, mayoritas bisnis tetap optimis tentang prospek jangka pendek, menurut laporan itu.

Beige book adalah laporan reguler bank sentral AS tentang kondisi ekonomi terkini di 12 Distrik Federal Reserve, berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk laporan penelitian dan wawancara dengan kontak bisnis.

Kemunduran saham-saham AS pada Selasa (3/9/2019) datang di tengah perkembangan terbaru dari hubungan perdagangan AS-China serta data manufaktur yang lemah. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar