DP3AP2KB Kota Payakumbuh sosialisasikan pentingnya P2TP2A

id sosialisasi,payakumbuh

Kegiatan sosialisasi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Aula Ngalau Indah lantai III Balaikota Payakumbuh.  (Antara Sumbar/Syafri Ario)

Payakumbuh, (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Payakumbuh, SumateraBarat menggelar sosialisasi Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Aula Ngalau Indah lantai III Balaikota.

"Sosialisasi ini berlangsung untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pencegahan dan penyelesaian kasus kekerasan yang terjadi," kata Anggi Putri Bungsu, Kasi perlindungan perempuan Dinas P3AP2KB di Payakumbuh, Kamis.

Anggi Putri Bungsu mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencegah tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Payakumbuh.

Adapun hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pihak sekolah, lembaga masyarakat dengan P2TP2A dalam upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Payakumbuh.

Asisten I Pemko Payakumbuh Yoherman mengatakan pedoman pembentukan P2TP2A diatur Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Nomor 5 Tahun 2010 tentang pembaruan pembentukan, pengembangan pusat layanan terpadu.

"Ini adalah salah satu unit kerja fungsional yang menyelenggarakan layanan terpadu untuk sanksi atau korban tindak kekerasan," ujarnya.

Oleh karena itu begitu pentingnya P2TP2A maka ada beberapa hal yang perlu ditegaskan diantaranya, pelaksanaan teknis kegiatan P2TP2A ini untuk fokus mengupayakan keberpihakan dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di kota Payakumbuh.

"Untuk itu beberapa peserta yang hadir bahwa ini penting bagi kita yang mempunyai kompetensi untuk menyebarluaskan kembali untuk pemahaman ini ke tengah masyarakat," jelasnya.

Disini hak-hak ibu dan hak anak-anak akan diperjelas dan tidak sembarangan berbuat hal-hal yang dapat merugikan orang lain, misalnya kesewenangan suami memukul istri, orang tua memukul anak kandungnya.

Menurutnya perempuan dan anak merupakan bukti empiris yang menjadi korban kekerasan.

Faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak antara lain karna faktor budaya yang masih memandang perempuan lebih rendah dari pada laki-laki.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri yakni Maghdalena Erwin Yunaz, Ketua P2TP2A Kota Payakumbuh, Ermayunita, Kabid Pemberdayaan Perempuan, Aiptu Hendra Gunawan, Kanit PPA Polres Kota Payakumbuh dan Psikolog, Fiona Ivella Harsyaf. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar