Jumlah Tabuik tahun ini makin ramai, empat kecamatan terlibat

id Hoyak Tabuik 2019,Tabuik Pariaman,Wisata Tradisi Pariaman,Genius Umar

Wali Kota Pariaman, Sumbar Genius Umar di Pariaman, Rabu (4/9). (Antara/Aadiaat M. S)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat menambah empat tabuik pada Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2019 menjadi enam unit untuk memeriahkan agenda wisata budaya tersebut.

"Dua tabuik ketinggiannya 12 meter sedangkan empat lagi ukurannya setengah dari ukuran biasa," kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Rabu.

Ia menjelaskan dua tabuik tersebut yaitu tabuik Pasa dan Subarang, sedangkan empat lagi merupakan tabuik yang dibuat dan dibawa oleh empat kecamatan di Kota Pariaman.

Ia mengatakan penambahan empat tabuik tersebut untuk memeriahkan agenda wisata budaya yang puncaknya pada Minggu (15/9) dan diprediksi dihadiri ratusan ribu wisatawan.

"Empat tabuik tambahan juga dioyak oleh warga dan kepala desa di masing-masing kecamatan," katanya.

Ia mengatakan awalnya penambahan tabuik tersebut berjumlah 71 unit atau sama dengan jumlah desa dan kelurahan di Kota Pariaman namun karena mempertimbangkan lokasi maka rencana itu ditunda tahun depan.

"Tapi ukuran tabuik dari desa dan kelurahan ini jauh lebih kecil lagi dari pada biasanya," ujarnya.

Pengoperasian tabuik tersebut yaitu dengan cara dioyak serta diiringi oleh gendang tambua tasa yang sore harinya tabuik dibuang ke laut.

Sebelumnya Pemko Pariaman memperpanjang jadwal Pesona Hoyak Tabuik 2019 yang biasanya dilaksanakan dari 1 hingga 10 Muharram atau 10 hari menjadi 15 hari guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

"Untuk tahun ini pesta budaya Tabuik 2019 dilaksanakan dari 1 hingga 15 September," kata Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Salmi Tanjung di Pariaman, Jumat.

Ia menjelaskan perpanjangan jadwal tersebut karena kegiatan itu bersifat hiburan yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan.

Jika kegiatan puncak pesta budaya Tabuik tahun ini dilaksanakan pada 10 Muharram atau Selasa maka akan berdampak pada kunjungan wisatawan sehingga acara puncaknya dilaksanakan pada Minggu (15/9).
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar