Logo Header Antaranews Sumbar

Moeldoko: mobil listrik bisa digunakan di ibu kota baru di Kalimatan Timur

Rabu, 4 September 2019 12:43 WIB
Image Print
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ketika ditemui media dalam Indonesia Electric Motor Show 2019 yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta, (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengharapkan kendaraan listrik bisa digunakan di daerah calon ibu kota baru di Kalimatan Timur serta daerah-daerah wisata lain di nusantara.

"Sebaiknya mesti mobil listrik, kemarin Pak Presiden menuju ke daerah-daerah wisata di Toba dan daerah-daerah lain diharapkan semua mobil listrik semuanya. Agar wisatawan yang ke sana betul-betul bisa menikmati udara yang bersih," ujar Moeldoko ketika menghadiri Indonesia Electric Motor Show 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu.

Menurut Moeldoko, masalah infrastruktur untuk mobil listrik seperti stasiun pengisi daya atau charging station bisa dibangun dan ditempatkan dengan ekosistem yang baik.

Yang dimaksud ekosistem baik, ujarnya, adalah bagaimana menyambungkan ketersediaan listrik lalu tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah serta teknologi pengisian daya yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Hal serupa diungkapkan oleh Kepala BPPT Hammam Riza, yang membuka acara tersebut. Menurutnya, BPPT siap untuk menyiapkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir.

Baca juga: Menristekdikti optimistis mobil listrik Indonesia diproduksi pada 2022
Baca juga: Lima PTN ini akan berkolaborasi kembangkan mobil listrik

Hal itu harus dilakukan untuk memberikan kenyamanan pengguna agar mayoritas masyarakat bisa menggunakan kendaraan listrik di masa depan.

Dia mengakui bahwa Technology Readiness Levels (TRLs) atau tingkat kesiapan teknologi yang dimiliki oleh Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara yang sudah melakukan komersialisasi kendaraan listrik.

"Tingkat kesiapan teknologi di dunia sudah di angka delapan atau sembilan jadi siap semua untuk komersialisasi. Indonesia harus mengejar TRL dari produk-produk kendaraan listrik karya anak bangsa agar bisa mencapai TRL delapan atau sembilan," ujar Hammam.

Sebelumnya Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan optimis Indonesia siap memproduksi mobil listrik pada 2020. Pengembangan mobil listrik itu menyusul kesuksesan pengembangan motor listrik Gesits. (*)

Baca juga: Kata Menhub butuh dua tahun masifkan mobil listrik di masyarakat
Baca juga: Bus listrik Mobil Anak Bangsa bakal kurangi polusi Jakarta



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026