Mufidah Jusuf Kalla siap bantu pasarkan tenun Tanah Datar

id Mufidah Jusuf Kalla,Tenun Tanah Datar,Sentra Tenun Lintau Buo

Mufidah Jusuf Kalla siap bantu pasarkan tenun Tanah Datar

Mufidah Jusuf Kalla didampingi Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma (kiri) dan Ketua Dekranasda Sumatera Barat Nevi Irwan Prayitno (kanan) saat kunjungannya ke Sentra Tenun Lintau Buo, Nagari Tigo Jangko, Tanah Datar, Sumatera Barat Senin, (2/9) (Antara/Etri Saputra)

Kalau mereka tidak bisa menjual tenun itu kirimkan ke saya nanti saya bantu memasarkan, banyak yang mau menjualkannya
Batusangkar, (ANTARA) - Istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Mufidah Jusuf Kalla menyatakan akan membantu memasarkan kerajinan hasil perajin tenun di sentra tenun Lintau Buo di Nagari Tigo Jangko, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

"Kalau mereka tidak bisa menjual tenun itu kirimkan ke saya nanti saya bantu memasarkan, banyak yang mau menjualkannya," katanya di Batusangkar, Senin.

Hal itu dikatakanMufidah Jusuf Kalla saat kunjungan dan melihat perkembangan industri tenun di sentra tenun Lintau Buo di Nagari Tigo Jangko Tanah Datar.

Ia mengatakan dengan didirikannya sebuah bangunan tempat pembelajaran tenun bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dan Sumatera Barat.

"Masyarakat bisa hidup dari hasilnya sendiri dengan keterampilan yang dia miliki, sehingga bisa meringankan beban orang tua," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mufidah didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Nevi Irwan Prayitno, Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma, Kadis Koperindag Tanah Datar Marwan.
Mufidah Jusuf Kalla melihat hasil tenun di Sentra Tenun Lintau Buo, Kab. Tanah Datar, Senin (2/9) (Antara/Etri Saputra)


Selanjutnya tampak istri Wakil Bupati Retri Zuldafri Darma dan sejumlah tokoh masyarakat Lintau Buo, serta mantan bupati Tanah Datar Masriadi Martunus.

Sementara Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Tanah Datar Marwan, mengatakan sentra tenun dibangun sejak 2017 dengan kucuran dana dari Kementerian PUPR sebesar Rp19,2 Milyar.

Bangunan itu dilengkapi dengan asrama terdiri dari 35 kamar, tempat produksi tenun dan beberapa bangunan pendukung lainnya. Ia mengaku masih menunggu proses hibah dari kementerian PU untuk diserahkan ke Pemda setempat.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar