Lewati batas waktu, enam hiburan orgen tunggal dibubarkan

id Orgen Tunggal,Satpol PP Payakumbuh

Ilustrasi. (ist)

​​​​​​​Payakumbuh  (ANTARA) - Tim tujuh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Payakumbuh membubarkan enam hiburan orgen tunggal pada Minggu dini hari karena melewati batas waktu yang sudah ditetapkan.

“Ada enam dari 12 lokasi lokasi hiburan organ tunggal terpaksa dibubarkan karena sudah melewati jam operasional sesuai izin keramaian yang dikeluarkan oleh kepolisian,” ujar Kasatpol PP Payakumbuh, Devitra di Payakumbuh, Senin.

Ia mengatakan hiburan organ tunggal yang digelar masyarakat dan pemuda diberikan toleransi hingga pukul 24.00 Wib.

“Namun kenyataanya sebagian besar kegiatan masih berlangsung padahal jam sudah menunjukan di atas jam 12 malam, tentu hal ini sudah mulai rawan,” tuturnya.

Hasil pantauan di lapangan, katanya, kerawanan tersebut terlihat di antara pengunjung sudah banyak yang mabuk karena mengkonsumsi miras, dan sudah mulai terjadi tawuran seperti di daerah Tanjung Pauh, Payakumbuh Barat.

“Sejumlah panitia seperti di Terminal Labuh Baru, Koto Panjang Latina dan Ibuah kurang dapat menerima untuk dibubarkan dan meminta toleransi kepada kami selama 1 sampai 2 jam lagi namun kami tidak bisa berikan,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan mengadakan hiburan baik dalam rangka pesta pernikahan maupun dalam rangka peringatan hari besar agar mematuhi jam operasional yang dikeluarkan pemerintah daerah.

Sejak 2017, Pemko Payakumbuh sudah mengeluarkan surat edaran untuk membatasi jam operasional hiburan masyarakat yaitu untuk pesta pernikahan dan sejenisnya sampai jam 21.00 Wib.

“Kalau hiburan yang sifatnya dalam rangka peringatan hari besar, pesta rakyat dan sejenisnya yang diadakan oleh pemerintah, organisasi dan pemuda diberikan tolerasi sampai jam 24.00 Wib,” ucapnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar