Data KSEI, hingga Juli 2019 Sumbar tempati urutan ke-12 investor terbanyak

id Ksei, investor saham sumbar

Data KSEI, hingga Juli 2019 Sumbar tempati urutan ke-12 investor terbanyak

Kepala Unit Pengelolaan Efek KSEI Fitriyah (Antara/Fandi Yogari)

Padang, (ANTARA) - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor asal Sumatera Barat yang menanamkan uang di pasar modal mencapai 15.475 orang atau berada pada urutan ke-12 secara nasional hingga akhir Juli 2019.

"Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 7.325 investor berdomisili di kota Padang," kata Kepala Unit Pengelolaan Efek KSEI Fitriyah di Padang, Kamis, saat sosialisasi Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dia menyebutkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Juli 2019, telah mencapai sekitar 2.048.446 investor, yang mencakup investor pemilik efek, reksa dana dan surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Beberapa pengembangan yang direalisasikan KSEI, tambahnya, mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia dan meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi serta menarik minat investor baru untuk berinvestasi.

Saat ini juga sudah ada fasilitas Akses Next Generation (AKSes Next-G) yang telah diimplementasikan meliputi proses log-in yang mudah, cukup dengan menggunakan alamat email.

Pengguna AKSes Next-G pun tidak terbatas pada investor saja tetapi juga masyarakat secara umum. Perubahan lain pada AKSes Next-G terdapat pada laman Beranda/Home yang lebih dinamis dengan informasi yang lebih menarik dengan menampilkan running trade, aktivitas pasar modal, dan headline berita/artikel terkait pasar modal.

Kemudian sepanjang 2018 KSEI telah merampungkan beberapa pengembangan seperti implementasi C-BEST Next-G, sistem untuk aktivitas penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek di pasar modal, yang dikembangkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal.

"Kapasitas sistem KSEI generasi terbaru tersebut meningkat 6 kali lipat dan mampu menangani hingga 3 juta investor," ujarnya.

KSEI juga mengambil peran penting dalam implementasi perubahan siklus penyelesaian transaksi yang sebelumnya 3 hari (T+3) menjadi 2 hari (T+2), yang mulai diterapkan pada perdagangan Bursa per tanggal 26 November 2018.

Beberapa pengembangan lain juga tengah dilakukan KSEI diantaranya inisiasi simplifikasi pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai dengan arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia

Ia menambahkan saat ini KSEI sedang mengkaji kemungkinan diterapkannya full dematerialisasi di pasar modal Indonesia.

KSEI telah memulai kajian pembuatan platform penyimpanan data KYC yang tersentralisasi dan dapat digunakan oleh Pelaku Jasa Keuangan (PJK) untuk berbagi informasi KYC sehingga kualitas data nasabah menjadi lebih baik, katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar