Tim Nasional STBM Award verifikasi sanitasi Kota Solok

id Zul Elfian,solok,sumbar

Wali Kota Solok, Zul Elfian saat pemaparan STBM Kota Solok di Solok, Selasa (27/8). (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Solok, (ANTARA) - Tim Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melakukan verifikasi dan kunjungan lapangan ke Kota Solok, Sumatera Barat sebagai salah satu nominasi yang dinilai baik sanitasinya.

Tim verifikasi beranggotakan tiga orang yaitu Hony Irawan dari USDP (Urban Sanitation Development Program), Didi Untung Wijayadi (Bina Pembangunan daerah Kementerian Dalam Negeri) dan Suzana (Penyehatan Air & Sanitasi Dasar Kementerian Kesehatan).

Hony Irawan menyatakan apresiasi terhadap Kota Solok dan Kota Payakumbuh yang terpilih atau terverifikasi STBM.

“Dengan adanya prestasi seperti ini, kami berharap Kabupaten dan Kota lainnya dapat belajar dan mencontoh kepada kedua daerah ini," ujarnya.

Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Kesehatan kota Solok telah memulai dan menggalakkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ke masyarakat dari beberapa tahun lalu dan hasilnya membanggakan.

Berdasarkan hasil evaluasi verifikasi ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar sembarangan, maka Kota Solok dan Kota Payakumbuh merupakan dua daerah di Sumatera Barat yang diverifikasi untuk STBM Award 2019.

Adapun Sanitasi Total Berbasis Masyarakat mempunyai lima pilar diantaranya, Stop Buang Air Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pengolahan air minum dan makan, pengolahan sampah serta pengolahan limbah.

Sementara Wali Kota Solok Zul Elfian, berharap melalui verifikasi STBM Award ini bisa mempertahankan status stop Buang Air Besar Sembarangan di Solok dan bisa meningkat menjadi lima pilar.

Ia juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat.

Zul Elfian mengungkapkan akan selalu melakukan evaluasi terhadap peningkatan ODF.

“Kami selalu berusaha untuk meyakinkan masyarakat untuk sadar akan ODF, pemerintah akan mencari kekurangan dan memperbaiki jamban rumah-rumah masyarakat yang tidak layak," ujarnya.

Penilaian verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) diakhiri dengan diskusi dan kunjungan lapangan. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar