Banjir di Agam rendam lima hektare sawah , 600 warga terisolasi

id banjir agam

Banjir di Agam  rendam lima hektare sawah , 600  warga terisolasi

Satgas BPBD Kabupaten Agam, sedang memantau banjir di Gantiang, Sabtu (24/8) malam. (Antara/istimewa)

Lubukbasung, (ANTARA) - Sekitar lima hektare lahan pertanian padi di Gantiang, Nagari Sitanang Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terendam banjir akibat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu semenjak Sabtu (24/8) siang sampai malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Minggu, mengatakan lahan seluas lima hektare itu digenangi air setinggi 50 centimeter dengan usia padi satu sampai dua bulan," katanya.

"Untuk kerugian sedang dihitung oleh Dinas Pertanian setempat," katanya.

Selain mengenangi lahan pertanian, tambahnya, banjir juga mengenangi jalan penghubung Batu Kambiang menuju Bawan dengan ketinggian 40 centimeter.

Banjir ini akibat meluapnya Sungai Batang Sitalang setelah curah hujan tinggi melanda daerah itu pada Kamis (24/8).

Saat ini air sudah mulai berkurang, namun yang akan diwaspadai banjir susulan melanda Padang Bio-Bio, Nagari Bawan.

Banjir susulan itu terjadi sekitar lima jam setelah banjir melanda Gantiang.

'Ini pengalaman banjir sebelumnya dan daerah itu merupakan rawan banjir," katanya.

Banjir susulan itu akan mengenangiakses transportasi menghubungkan Padang Bio-bio menuju Bawan.

Akibatnya 600 jiwa warga sekitar akan terisolir karena jalan itu merupakan akses satu-satunya warga.

"Satgas BPBD sedang memantau di Padang Bio-bio dan air naik akan kerahan perahu," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar