BMKG: Jarak pandang di Sumbar normal 10 kilometer, cuaca cerah berawan

id BMKG

Suasana kawasan pusat Kota Padang diselimuti kabut asap kiriman, di Sumatera Barat, Senin (19/8/2019). Data Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang menyebutkan selama dua pekan terakhir terjadi peningkatan titik panas di wilayah tengah hingga selatan Sumatera, dan beberapa hotspot berada di wilayah Sumbar, namun kiriman asap dari provinsi tetangga sangat dominan, diperkuat arus angin timur hingga tenggara. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama)

Padang, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau, Padang Pariaman, SumateraBarat menyatakan jarak pandang di Sumbar normal yakni sudah mencapai 10 kilometer.

Prakirawan cuaca BMKGStasiun Minangkabau, Siska Anggraini di Padang, Kamis, mengatakan hal ini berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada 22 Agustus 2019.

Selain itu berdasarkan analisis dinamika atmosfer, perkiraan cuaca Sumatera Barat untuk 22 Agustus hingga 24 Agustus 2019 yakni pada pagi hari cuaca cerah berawan dan siang hingga sore masih berawan.

"Perkiraan 22 Agustus potensi hujan ringan di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, Padang Pariaman dan Pesisir Selatan.

Selain itu perkiraan 23 Agustus potensi hujan ringan masih di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Limapuluh Kota, Padang Pariaman dan Pesisir Selatan dengan cuaca pada saat malam dan dini hari berawan.

"Sedangkan untuk wilayah Padang prakiraan hujan ringan terjadi di sore hari hingga malam hari," ujar dia.

Selain itu menurutnya di siang hari arah angin berasal dari arah Utara dan Barat Daya dengan tingkat keyakinan yakni 61 hingga 70 persen.

"Sumbar diperkirakan kering, namun masih berpotensi hujan ringan," sambung dia.

Sementara salah seorang warga Padang Diah Kurnia Sari mengaku dibandingkan sebelumnya hari ini cukup cerah.

"Hanya saja hujan masih jarang turun di Padang, sehingga tanaman masih terlihat kering dan berkabut," sambung dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar